Senin, 16 Oktober 2017

Belajar Bersabar



Sabar adalah kata yang selalu dilontarkan bagi para pendengar curahan, tak ada yang dapat dikatakan selain sabar dan istiqomah. Namun, untuk merealisasikan kata sabar itu tak semudah diucapkan. Ketika ada teman yang sedang tertimpa musibah lantas kita mudah mengatakan udah yang utama adalah sabar padahal dengan kata-kata seperti itu tidak akan menyelesaikan masalahnya, maka yang ditawarkan bukan kata sabar tapi solusi yang terbaik.
Dalam meniti perjalanan hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar dan yang utama katanya sabar. Dan memang sabar itu akan mendapatkan ganjaran yang sangat luar biasa yaitu Syurga, siapa sih yang tidak mengharapkan syurga??  Syurga dunia saja terasa begitu indah apalagi surga akhirat. Namun, sabar itu sangat susah apalagi bagi seseorang yang memiliki watak yang temperament.
Zaman sekarang untuk sabar itu sangat susah, tatkala kita hendak sabar namun disekeliling kita bukan lingkungan yang dapat memupuk kesabaran bahkan sebaliknya lingkungan yang memyebabkan sifat yang tidak terpuji sehingga dibutuhkan usaha keras untuk melatih kesabaran.
Penulis pikir sangat sedikit yang memiliki sifat sabar itupun pada saat-saat tertentu saja. Yang mesti dikembangkan adalah sabar dalam ketaatan, berakhlak yang terpuji, baik pada yang lebih tua ataupun yang lebih muda dari kita, sebenarnya tak ada ruginya jika kita menghargai sesama manusia karena imbasnya akan kembali kepada kita yaitu dihargai juga, tapi penghargaan juga kadang tidak kita temukan dan hal ini adalah salah satu menguji kesabaran kita dan meningkatkannya, jika tak dibalas di dunia toh mungkin diakhirat dan ini bisa dijadikan penguat agar tidak kecewa.
Sabar bukan diakhir masalah ataupun musibah namun sabar ada diawal masalah ataupun musibah, ketika kita bisa menghadapai masalah diawal dengan tenang, menyelesaikannya dengan baik maka itu dapat dikategorikan sabar. Sangat menarik membahas sabar karena cakupannya sangat luas apapun yang kita lakukan konsekuensinya adalah sabar.
Kata sabar juga dapat mengsugesti bagi seseorang yang tidak sabaran , kata sabar juga dapat dijadikan sebagai kekuatan untuk melawan kawan-kawan yang sedang marah kepada kita. Banyak hal yang kadang sulit untuk diungkapkan begitupun dengan keresahan hati yang menjadi bibit penyakit yang terpendam didalam hati dan akan tumbuh menjadi penyakit yang sangat berbahaya dunia dan akhirat yaitu penyakit hati. Untuk menyembuhkan penyakit ini dengan banyak mengingat Allah swt, berzikir, berbuat kebajikan, menjauhi segala larangan-Nya dan aktivitas yang lainnya. Untuk melakukan semua ini pastinya dengan usaha , tawakkal, serta sabar yang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita.
Coba ingat kembali jika kau pernah melakukan sesuatu dengan tidak sabar maka hasilnya pun tidak memuaskan. Contohnya diangkat dari kisah nyata seorang muslimah tergesa-gesa kekampus karena takut telat sehingga lupa membaca do’a , alhasil apa yang didapatkan? Yang didapatkan adalah kekecewaan karena ternyata dosennya juga telat masuk,  pastinya kecewa karena sudah tergesa-gesa, pakaian tak karuan, perut masih kosong kan kacau kalau sudah begini, disinilah poin terpenting untuk memiliki sifat sabar agar tidak kecewa dan menjauhi sifat tergesa-gesa agar apa  yang dikerjakan bermanfaat untuk diri sendiri, maupun oranglain..
Untuk menata hati ini agar tidak ternodai dan tak ada penyakit yang merugikan itu juga perlu kesabaran. Ada yang mengatakan belajar sabar itu kepada orang-orang yang membuatmu marah, yang membuatmu kecewa karena tanpa mereka kesabaranmu tiada artinya padahal bagi penuls itu ada hal yang sangat sulit untuk dijalani karena bukan sabar yang ada tapi lawan dari sabar.
Amanah yang diberikan memang tidak mudah untuk dijalani tapi semua itu sudah tanggung jawab yang harus dijalani dan lagi-lagi yang dibutuhkan adalah sabar, sungguh sabar itu adalah penawar segala macam problem pribadi yang telah menyerang pribadi-pribadi yang kokoh dalam ketaatan.
Semoga apa yang dituliskan dapat menjadi pelajaran untuk kita semua, setidaknya kita dapat memetik sedikit manfaat dari tulisan ini.

Senin, 09 Oktober 2017

Ada apa dengan Dakwah?


       

            Assalamu’alakum Wr.Wb

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah swt yang menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan. Sehingga kita dapat kembali dalam catatan harianku . Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. Yang telah berjuang memperjuangkan Agama Islam sehingga kita dapat merasakan indahnya Islam.

Berbicara tentang dakwah , banyak yang sudah melakukan dakwah dan adapula yang menentang dakwah. Apabila seseorang telah baliq atau sudah dibebani hukum maka wajib untuk berdakwah yaitu menyeru pada amar ma’ruf nahi mungkar. Berdakwah tidak hanya di tempat-tempat umum atau di atas mimbar namun dengan bernampilan yang syar’I pun itu sudah dakwah. Banyak hal yang dapat mengantarkan kita untuk berdakwah karena dakwah adalah kewajiban kita dan sudah dibebani kepada kita.

Tidak banyak yang memilih dakwah karena perjalanannya tak seindah melakukan kemaksiatan namun perjalanan dakwah bagaikan jalan berliku-liku. Hanya orang-orang yang istiqomahlah yang dapat bertahan.

Saat ini dakwah seakan menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki kepentingan, ketika ada yang berdakwah yang menyeru kepada kebajikan selalu ditolak bahkan dikatakan melakukan pelanggaran padahal yang disampaikan adalah berasal dari al-qur’an dan as-sunnah. Ada yang mengatakan memaksakan kehendak, merasa dakwahnya paling benar dan banyak lagi . untuk dakwah yang dikatakan dakwahnya yang paling benar itu adalah kesungguhan dan keyakinan bahwa/ yang disampaikan itu adalah benar. Dan tidak mungkin kita dakwahkan yang kita sendiri tidak menyakini bahwa itu benar.

Penolakan yang dilakukan oleh mereka dengan dakwah yang dilakukan oleh pendakwah adalah sesuatu yang tak dianalisa dulu. Padahal Allah swt sudah membekali kita akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan fungsi akal adalah untuk membedakan baik dan buruk. Jika akal kita gunakan untuk berpikir maka kita akan melihat realita sekarang bahwa yang dibutuhkan adalah dakwah yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan.

Dengan dakwah perubahan itu akan tercapai , kita merasakan Islam itu karena dakwah Rasulullah saw. Dan para sahabat sehingga kita merasakan , melaksanakan, mengamalkan, menyebarkan Islam kepada seluruh makhluk di bumi ini. Mana mungkin Islam sampai kepada kita jika dahulu Rasulullah saw hanya diam. Maka sebagai umat muslim kewajiban berdakwah ada di pundak kita masing-masing untuk merubah realita sekarang yang perzinahan dimana-mana, pengunaan riba tak asing lagi, banyaknya pergaulan bebas, homoseksual terjadi dimana-mana, aborsi yang hampir setiap hari terjadi, dan masih banyak lagi. Nah, dengan dakwahlah kita dapat mengatasi apa yang telah menimpa kita saat ini. Allah swt akan menurunkan rahmat dan keberkahan pada suatu negeri apabila penduduknya taat kepada Allah swt dan bertaqwa, sebaliknya Allah swt akan menurunkan azab-Nya kepada penduduk negeri yang tidak bertaqwa.

Akankah kita mendapatkan azab-Nya ataukah Keberkahan dari-Nya, pilihan ada di tangan kita masing-masing apakah kita mau melakukan dakwah ataupun tidak. Teringat seorang pemain sepak bola dari Konawe Selatan yaitu Erwin Bahar mengatakan bahwa “ Tidak harus menunggu menjadi uztad dulu baru kemudian berdakwah”. Jika kita menunggu jadi uztad dulu baru berdakwah maka kesempatan kita akan hilang begitu saja, sudah dikatakan diawal bahwa banyak hal yang dapat kita tempuh untuk melakukan dakwah.

Seorang pendakwah juga adalah manusia jadi ketika pendakwah melakukan kesalahan maka jangan salahkan dakwah yang ia sampaikan karena kebenaran bisa datang dari siapa saja dan kemungkaran bisa datang dari siapa saja.

Untukmu saudaraku yang belum terlibat dalam dakwah marilah berpikir untuk bergabung bersama barisan para pengemban dakwah karena kita tak tahu amalan apa yang memasukkan kita kedalam syurga-Nya dan untuk saudaraku yang berada dibarisan dakwah tetaplah bertahan dengan segala terpaan ujian yang menghadang kalian karena tidak ada yang menjamin kita untuk masuk ke syurga-Nya, selalulah berbuat kebaikan, dimanapun , kapanpun dan kepada siapapun terkhusus orang-orang yang beriman.

Tanamkan dalam diri ini bahwa Allah swt selalu mengawasi aktivitas yang kita lakukan baik yang terlihat maupun tak lihat. Menyakini Allah tidak hanya menyakini bahwa Allah swt menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan akan tetapi menyakininya bahwa Allah swt selalu mengawasi kita.

Jangan melihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa yang disampaikan. Syukran. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Minggu, 08 Oktober 2017


Di pagi ini mentari belum menampakkan sinarnya karena embun pagi yang menyelimuti langit. Di pagi ini pula seorang yang sudah siap dengan gerobak di punggungnya siap menyusuri jalan dengan membawa  penyanggal perut di pagi ini.

Dengan semangatnya ia membunyikan gelantongnya untuk memanggil pembeli dan mengisyaratkan bahwa penjanggal perut sudah siap saji, tanpa di sadari bahwa ia sudah membangunkan mereka yang lelap tidur dipagi hari, sementara kita tahu keberkahan ada di pagi hari.

Jalan terus disusuri, lorong demi lorong dilalui. Disaat yang lain santai dengan keluarga dipagi hari sambil ngopi ataukah hal yang lain dilakukan umumnya keluarga tapi berbeda dengan beliau yang waktu paginya ia manfaatkan untuk mengais rezeki yang Allah telah hamparkan di bumi-Nya.

Tak ada kata letih bagi seorang yang telah diberi tanggung jawab oleh-Nya yaitu menafkahi istri dan anak-anaknya, itulah yang ia lakukan meskipun ketika kita melihatnya sekilas pekerjaannya sederhana hanya berkeliling membawa roti panas yang siap saji untuk menjanggal perut di pagi hari, dan terlihat semangatnya untuk menjalani profesinya sebagai tukang roti keliling yang ia harapkan bukan besarnya pendapatannya akan tetapi dapat mengcukupi kebutuhannya dan keluarganya, yang terpenting adalah pekerjaannya halal dan berkah. Untuk mendapatkan semua itu tak mudah harus kerja keras yang optimal, tidak hanya duduk di rumah dan uang mengalir dengan sendirinya tanpa usaha yang nyata.

Mungkin sebagian orang mengatakan untuk mendapatkan yang halal itu sulit di zaman sekarang ini tapi berbeda dengan orang yang selalu bersyukur bahwa jalan menuju mendapatkan yang halal banyak akan tetapi membutuhkan usaha yang besar dan kesabaran, kesungguhan, keikhlasan, serta kesyukuran atas apa yang kita dapatkan. Karena jika kita melihat untuk zaman sekarang bahwa mendapatkan yang tidak halal sangat mudah dan tanpa usaha yang besar namun hasilnya pun tak akan bermanfaat dunia-akhirat bahkan akan menjadi masalah untuk kita.

Untuk mendapatkan ridha-Nya itu akan mendapatkan tantangan yang berat namun hasilnya bermanfaat dunia-akhirat berbeda dengan ketika tak di ridhai seakan-akan sangat mudah dilakukan dan tak bermanfaat dunia-akhirat hanya kesenangan sementara. Contohnya; jika seseorang ingin melakukan kebaikan seperti memakai pakaian yang syar’I maka tudingan dimana-dimana, menjadi artis mendadak di bicarakan kiri-kanan dengan berbagai ocehan itulah tantagannya dan ketika dijalani dengan sabar maka akan mendapatkan pahala jika niatnya Lillah. Begitupun sebaliknya jika akan melakukan keburukan maka sangat mudah, jika seorang pemuda yang bergabung dengan pemuda-pemuda yang senang meminum khamar maka ia akan di sanjung, selalu di kunjungi, di perhatikan dan berbagai cara lain untuk menghargainya.

Belajarlah dari seorang tukang roti yang ikhlas dengan profesinya, bertanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya oleh Allah yaitu menafkahi istri dan anak-anaknya. Mencari yang halal meskipun sedikit bukan mencari yang banyak tapi tak halal. Karena standar kehidupan umat muslim adalah halal dan haram. Dan yang terpenting adalah menghargai suami bagi yang sudah berkeluarga dan menghargai ayah bagi seorang anak, lihatlah perjuangan mereka dalam menafkahi kita sehingga kita dapat menjadi seperti ini, dapat bersekolah, dapat tempat yang layak untuk hidup ini tidak lain hasil usaha dan perjuangan dari ayah. Masihkah kau mengecewakan seorang yang sudah renta ? yang masih semangat demi kau? Jangan lagi lah kau sakiti dia, kau berakhlak baik saja itu sudah cukup baginya, ia tak membutuhkan kau balas dengan materi tapi yang ia butuhkan adalah do’amu ketika ia sudah tak ada di bumi ini dan akhlakmu yang baik kepadanya itu sudah cukup baginya.

Semoga dengan tulisan ini kita dapat mengambil hikmah dibalik perjuangan. Tak ada yang sia-sia ketika kita berjuang dengan sungguh-sungguh apapun yang di perjuangankan.

 

 

Jumat, 06 Oktober 2017

Penulis Bingung...

Bingung dengan semua ini, katanya ini benar tapi yang satu mengatakan tak benar. Dan penulis tahu bahwa Allah swt. Membekali hamba-Nya dengan akal agar digunakan untuk berfikir. Akan tetapi perkara yang satu ini sangat membingungkan. Apakah ini ujian agar penulis berpikir lagi tentang hakekat hidup ini.. Inilah perputaran hidup yang tak pernah selesai dengan berbagai problem. Begitulah dengan penulis yang selalu merasa terbebani dengan masalah yang ada padahal dibalik itu semua Allah sudah menyiapkan yang terbaik. Contohnya nih, ketika penulis memutuskan untuk tidak pacaran yang terjadi hari-hari terasa sepi, tak bersemangat lagi karena si doi sudah tak ada, handphone pun tak berdering kecuali telkomsel yang setia sms, kaya galau gitu , kalau lihat teman yang nikah dengan pacarnya wah galaunya nambah. Dan ternyata Allah sudah menyiapkan yang lebih baik dari yang namanya pacaran yaitu Cinta dalam Diam. Dan penulis merasakan yang katanya namanya cinta dalam diam serasa si doi milikku dan saat melihat si doi nikah dengan wanita solehah lebih galau lagi dari putusin pacar. Hikmahnya adalah jangan terlalu berharap bung sama manusia, jangan terlalu berharap bahwa si doi itu jodohmu yang bakal meminangmu, nyesek juga ini hati. Dan sekarang penulis lebih focus pada pengharapan pada Sang Pemberi Cinta dan yakin bahwa akan diberikan yang terbaik sembari memperbaiki diri.
          Galau itu mungkin sudah biasa terjadi pada manusia khususnya remaja sekarang ini. Apa sih yang paling sering digalaukan??? Jawabannya adalah tak ada duit, tak ada si doi, tugas banyak bagi pelajar, galau ngak ada kerjaan, tren semakin okke tapi kemampuan dibawah standar namanya “selera tinggi ekonomi rendah” ininih yang paling mengharukan.
          Sudah bahas macam-macam galau yang terdapat pada remaja kalau masih ada yang kurang silahkan ditambah yah..! Penulis mah masih bingung, galau penulis sama dengan yang diatas tapi ada tambahannya yaitu galau memikirkan gejolak kehidupan , wah galau yang satu ini butuh pencerahan nih . Gini nih hidup ini kan hanya mengharap ridho-Nya bagi yang bertaqwa dan semua ciptaan-Nya juga tahu itu. Mencari ridho disini tak hanya sekedar mencari tapi dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Mengapa penulis bingung??? Penulis bingung pless galau karena ada yang tahu kebenaran tapi masih menolak, saling menjatuhkan, seharusnya kan saling membantu agar kuat kalau itu sudah jelas benar, ini seakan-akan saling bermusuhan kan sedih dengarnya, sedih melihatnya.
          Gimana sih cara menyikapi ini semua? Penulis bingung, nulis ini aja bingung. Katanya sih harus belajar dari akarnya hingga daunnya. Tapi semakin banyak tempat belajar penulis semakin bingung, Aneh tapi nyata nih namanya. Oya, sekarang tuh banyak tempat belajar dimana aja boleh terutama mau belajar Islam, dimana-mana ada yang mau ngajarin dan banyak tuh kelompok-kelompok yang siap mengkader. Yang diajar sumbernya dari Al-Qur’an dan As-sunnah tapi kok berbeda-beda yah? Yang satu caranya lemah lembut dalam penyampaiannya yang satu lebih tegas lagi. Nah, kelompok yang lebih tegas ini dianggap tak dicontohkan oleh Rasulullah saw. Disini nih penulis masih bingung dan berharap ada pembaca yang bisa membantu penulis untuk memikirkan ini dan menyelesaikan permasalahan penulis agar tidak galau lagi.

          Semua orang cerdas pasti belajarnya sungguh-sungguh dan orang cerdas berargumen dengan dalilnya yang menguatkannya. Sedangkan yang belum cerdas berargumen masih terbata-bata, kurang percaya dirilah, dan selalu jatuh ketika berdiskusi dengan yang lebih cerdas . tapi ada juga nih ilmunya sedikit tapi semangatnya untuk menyampaikan sangat hebat karena menyakini Balligul anni walau ayat  hanya ini nih dasarnya. Perkara ini ada juga yang mengatakan kurang tepat seharusnya perbanyak ilmu baru beramal. Kan bingung nih jadinya dan penulis sangat sulit memikirkan yang seperti ini.
          Nah karena penulis dari tadi bingung , penulis khawatir pembaca juga bingung membaca tulisannya… jadi, silahkan sama-sama di pikirkan jika yang mendapatkan solusinya silahkan dishare kepada penulis agar ngak galau-galau terus nih. Syukran

Selasa, 03 Oktober 2017

Ternyata kau jodohku

Bismillah…

Disebuah desa yang disekeliling desa itu terdapat hamparan air laut yang sangat indah. Itulah desa wanita yang menjadi rebutan para jejaka di desa itu. Disana ada beberapa kumpulan kepala keluarga salah satunya adalah kelurga wanita itu. wanita itu terlahir dari seorang Nelayan yang handal yang berasal dari Buton dan seorang ibu yang tulus merawatnya hingga dewasa dan berasal dari Bira (selayar).
Wanita itu tak memiliki pendidikan yang tinggi karena dahulu di desa itu belum ada sarana untuk mendapatkan pendidikan seperti saat ini. Akan tetapi gadis itu belajar dari orang ke orang yang dikenal dengan belajar ma mbo’.  Yang artinya belajar sama nenek/kakek.  Setiap ada mbo’-mbo’ sedang berkumpul untuk membahas sebuah perkara yang berkaitan dengan Agama maka si wanita tidak menyia-yiakan kesempatan itu dan ia bergabung bersama mbo’-mbo’ untuk mendapatkan ilmu.
Ayah wanita itu selain nelayan yang handal juga salah satu guru ngaji di desa . Ketika ia malas untuk belajar mengaji maka ayahnya akan menghukumnya, itulah salah satu sikap seorang ayah yang dapat diteladani buat para calon ayah.
Wanita itu adalah anak yang berbakti kepada orangtuanya , ketika kedua orangtuanya hendak kelaut untuk melaut mencari hasil laut maka ia ikut meskipun dilarang.  Sehingga para jejaka bahkan tua-tua keladi naksir dengan kepribadian yang ia miliki. Karena para lelaki di Desanya sangat encintai waita yang kuat kerja, Ia wanita yang lihai dalam melaut serta tegas. Hebat bukan?
Waktu terus berputar, pemuda silih berganti datang kepada walinya untuk meminangnya namun dengan ketegasan yang ia miliki ia menolak, sehingga kedua orangtuanya berniat untuk menjodohkannya dari pihak keluarga masing-masing. Ibunya ingin ia menikah dari pihak ibu begitupun dengan ayah, dan keduanya tak mau mengalah dalam perjodohan ini, padahal wanita yang akan dijodohkan ini hanya satu.
Suatu hari ayahnya bertemu seorang pemuda asing yang berasal dari Jeneponto (Sulsel) yang sedang merantau di daerah itu sebagai buruh bangunan, dan pemuda ini sangat terpukau dengan akhlak ayah gadis itu yang menyambutnya dengan ramah dan selalu memberikan nasehat kepadanya, pemuda itu hanya dengan melihat akhlak ayah si wanita  ia terdorong untuk menjadikanya sebagai mertua. Namun, karena ketegasannya ia menolak lamaran dari pemuda yang berdarah Makassar itu bahkan menghinanya.
Pemuda ini sampai didaerah itu karena ia memiliki kisah tersendiri. Pemuda ini adalah anak dari orang yang paham Agama dan memiliki martabat, dihargai oleh masyarakat dan disegani dikalangannya saat itu. Saat itu yang boleh bersekolah adalah hanya anak seorang bangsawan  dan dia mendapat kesempatan untuk sekolah meskipun ia bukan anak bangsawan. Mereka belajar sangat terbatas dan menggunakan batu bata untuk menulis pelajaran setelah itu dihapus kembali. Setelah ia tamat dari pendidikannya ia langsung medaftar polisi. Sambil menunggu pengumuman ia bermaksud untuk melamar kekasih hatinya akan tetapi kedua orangtuanya tak merestui sehingga ia GEGANA.   Akhirnya ia merantau kedaerah SULTRA dan tak memperdulikan lagi pendidikannya dan ia memilih untuk mejadi buruh.
Kembali pada si wanita, ia dilamar lagi tapi kali ini berbeda yang melamarnya sudah berumur bisa dijadikan ayah. wanita ini nekat untuk keluar dari rumah di waktu malam dan ditemani adik sepupu yang masih ABG. wanita itu meminta kepada adiknya untuk diantar ketempat yang aman agar tidak diketahui dan satu-satunya tempat yang aman adalah kota Kendari. Malam itu juga mereka bergegas untuk pergi, diperjalanan adiknya singgah kepada buruh bangunan  untuk meminta upahnya sebagai biaya pergi ke Kota dan ternyatabuu bangunan itu adalah pemuda yang sudah ditolak lamarannya.
Pemuda ini, menyadari bahwa yang bersama dengan anak ABG yang memita upahnya adalah wanita yang sudah menolak lamarannya. Akhirnya ia mengatur strategi dan menyuruh anak itu untuk pergi ke rumah ketua adat dengan alasan nanti disana upahnya akan diberikan. Si anak nurut saja dan pergi bersama wanita itu.
Dirumah ketua adatlah, pemuda ini melamarnya yang kedua kalinya dan mengatakan kepada ketua adat bahwa mereka Silariang (kawin lari) tapi wanita itu menolak karena faktanya tak seperti itu, dan wanita itu mengambil keputusan untuk kembali kerumahnya dengan pertimbanga jika ia pulang maka ia akan menikah dengan si tua keladi tapi jika ia bertahan ia menikah dengan lelaki yang tak ada cinta sedikitpun. Pemuda pun gelisah karena dalam adat kebiasaannya orang Makassar itu memiliki rasa malu yang tinggi, sehingga membuatnya ingin melakukan bunuh diri hanya karena malu yang ia rasakan.
Karena nasehat itu sangat penting, istri dari ketua adat menasehati si wanita untuk menerima lamaran si pemuda dan menerima ketetapan yang Allah berikan padanya karena jika ia pulang maka ia akan dinikahkan dengan lelaki yang sudah jauh lebih tua dari dia. Dengan pertimbangan dan memohon ridhonya Allah akhirnya ia memilih untuk menikah bersama si pemuda itu.
Sebelum menikah mereka melakukan perjanjian dan saling jujur. Pemuda berkata “Aku bersumpah aku tak pernah menyentuh wanita lain”    begitupun dengan si wanita “ Akupun demikian tak seorangpun yang menyentuhku”   dan akhirnya mereka MENIKAH.
Inilah kisah yang diangkat dari kisah nyata dari Desa Bungin Permai, Kec. Tinanggea Kab. Konsel. SULTRA. Yang menggambarkan bahwa jodoh itu sudah ditentukan dan kita tak tahu siapa,dimana dan kapan kita menjemput jodoh atau jodoh menjemput kita? Bisa saja jodoh kita yang setiap saat bertemu, atau yang tak pernah bertemu. Dan jodoh itu cerminan dirimu. Kau boleh memilih jodohmu yang baik seperti cerita diatas, wanita yang dihadapi oleh dua pilihan jodoh antara tua keladi atau masih perjaka. Jangan khawatir tentang joohmu jika kau tak mendapatkanna di dunia maka telah siap bidadari-bidadara di syurga-Nya. Percayalah jodoh yang pasti mejemputmu adalah KEMATIAN.

Wassalam..

Langkah Menuju Sukses



Bismillah...

Kembali lagi dalam Cacatanku, tak lupa marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan nikmat-Nya, hidayah-Nya kepada hamba-hamba-Nya Sehingga penulis masih  dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.
Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. Yang telah berjuang 14 abad yang lalu berjuang demi Islam sehingga kita dapat merasakan hasil dari perjuangan Beliau.
Mentari menampakkan sinarnya di ufuk Timur, itulah salah satu bahwa Allah swt. Sangat Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tak ada yang tak mungkin bagi-Nya dan semua itu telah Allah persiapkan dengan sebaik-baik persiapan.
Kawan, Dalam hidup inipun perlu adanya persiapan dan segala sesuatu yang akan kita lakukan itu juga butuh persiapan. Sebagai seorang guru yang ingin mencapai tujuan pembelajaran maka guru harus mempersiapkan yang dapat menunjang keberhasilan seorang guru. Sebuah fakta membuktikan ketika calon guru ingin melakukan praktek mengajar dan tidak mempersiapkannya dengan matang maka 100% gagal, ini adalah kejadian yang betul-betul terjadi dan yang mengalaminya penulis itu sendiri. hehe
Kawan, begitupun dalam kehidupan ini yang dimana manusia selalu melakukan aktivitas dan selalu ingin berubah menuju jalan yang lebih baik lagi, sehingga sangat dibutuhkan persiapan. Contohnya dalam pernikahan seseorang harus mempersiapkan secara matang. Begitupun dengan menghadapi Kematian harus dipersiapkan. Dengan cara apa? Dengan cara beribadah hanya kepada Allah,selalu berbuat amalan yang dapat menghantarkan kebahagian dunia dan akhirat.
Kawan,sudahkah kau persiapkan dirimu untuk menuju Siratol mustakim? Jika sudah maka permantaplah persiapanmu, jika belum maka mulai sekarang kau harus mempersiapkannya.Tak ada yang mungkin bagi Allah ketika kau bersungguh-sungguh untuk mempersiapkannya. Man Jadda Wa
Kawan, sekarang kau sedang  sekolah, kuliah, mengajar, menjadi buruh,menjadi perawat,menjadi polri dan berbagai profesi yang kau jalani dan tentunya kau mengharapkan kesuksesan, untuk meraih kesuksesan itu dibutuhkan kesungguhan untuk mencapainya,persiapan yang begitu matang. Setiap yang kau usahakan akan kau dapatkan hasilnya.

Kawan, untuk mempersiapkan kesuksesan itu seperti apa? untuk mempersiapkan kesuksesan itu adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah swt., melakukan usaha , dan the power of do’a. Setiap manusia yang melakukan usaha maka akan mendapatkannya. Maka dari itu lakukanlah usaha yang dapat memberikan manfaat dunia –akhiratmu.

Sekian apa yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai saudara dalam satu Agama yaitu saling mensehati, memberi manfaat , tolong menolong, saling bekerja sama dalam kebaikan dan saling mengasihi.

Balligul anni walau ayat.... !

Nikmat Tuhan yang mana lagi kau dustakan?




Alhamdulillah...kata inilah yang menjadi saksi dan bukti rasa syukur kita kepada sang Maha Pemberi Nikmat ketika kita sedang diberikan nikmat. Namun,tak cukup dengan kata-kata saja dan yang paling utama adalah dengan ibadah yang khusyu, amalan-amalan yang baik serta ikhlas karena Allah.
Nikmat Allah tidak hanya berupa materi saja seperti uang, mobil, rumah , jabatan, pesawat, emas dan lain sebagainya.Akan tetapi nikmat Allah itu sangat luas, kita diberi rupa yang cantik atau tampan itu juga nikmat. Semua yang ada pada diri kita adalah nikmat dan nikmat yang terbesar adalah nimat keimanan dan kesehatan. Coba bayangkan ketika kau memiliki segala yang dapat membuatmu bahagia namun Allah mencabut nikmat kesehatan darimu maka semuanya akan sia-sia.
Nikmat Allah harus selalu disyukuri jangan mensyukuri nikmat jika hanya jumlahnya besar namun sebaiknya kita mensyukuri nikmat-Nya berapapun jumlahnya dan apapun bentuknya.
Orang yang selalu bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh Allah swt. Dan sebagai seorang mahasiswa harus pintar dan belajar bersyukur . Manusia baru merasakan nikmat jika sang Maha Pemberi Nikmat mencabut nikmat itu.
Berbahagialah wahai orang-orang yang selalu bersyukur.

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...