Senin, 25 September 2017

Hidup Masalah, Matipun Masalah

Bismillah…
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberi nikmat yang sangat berlimpah yang tak bisa kita ganti maupun dihitung.
Salawat dan Salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad saw. Sebagai penutup para Nabi, keluarganya, sahabatnya, orang-orang yang mendakwahkan risalah-Nya, dan berjihad dijalan-Nya hingga hari kiamat.
Terinspirasi dari tulisan seorang sahabat yang sudah tak memiliki tempat bermanja lagi, sehingga membuatku sadar bahwa masih ada seorang yang jauh disana yang menunggu deringan telepon untuk mendengarkan kabarku .
Masalah adalah sesuatu yang selalu menghampiri kita dalam hidup ini baik dalam skala kecil maupun skala besar. Dalam hidup ini masalah kita adalah masalah pribadi, masalah dalam keluarga , masalah dalam lingkungan masyarakat dan ini masih masalah dalam skala kecil. Adapun, masalah dalam skala besar adalah masalah Negara yang tak kunjung usai mulai dari banyaknya pengangguran, harga bahan pokok mahal, perzinahan dimana-mana, khamar dihalalkan dan masih buanyak lagi.
Dengan masalahlah manusia diuji keimanan, kesabaran, keikhlasan dan ketabahannya. Namun, sering kali manusia tak menyadari bahwa masalah itu untuk meningkatkan derajat. Masalah ada yang berupa ujian dan ada yang berupa musibah. Sehingga kita sebagai makhluk hidup yang memiliki akal untuk berpikir harus menyadari dan memikirkan setiap masalah  yang kita hadapi.
Ketika kita mendapatkan masalah maka tempat yang terbaik untuk menyelesaikannya adalah kepada sang Pencipta yakni Allah swt. Allah segaja memberi kita masalah agar kita mengingatnya dan Allah itu Maha Baik ketika kita melakukan kebaikan hanya satu maka Allah akan membalasnya sepuluh. Tidakkah kita merindukan untuk berjumpa dengan Allah???
Sahabat, banyak diantara kita saat ini yang terjerat dengan  masalah jodoh,sehingga terkadang manusia lupa akan tanggungjawabnya di bumi Allah ini, dikatakan lupa akan tanggungjawab karena terkadang dengan masalah ini kita disibukkan dengan mencari-cari jodoh kita dengan cara pacaran. Dan sebagai ummat Islam kita harus tahu bahwa pacaran itu tak ada sebelum akad. Sehingga dengan adanya perkara ini, Ajal  cemburu pada jodoh. Cemburu karena ajal hampir terlupakan sementara ajal/kematian adalah nasehat yang terbaik. Tak ada yang salah ketika memikirkan jodoh akan tetapi ini salah satu masalah remaja saat ini dan kita tahu jodoh itu pasti dan telah ditetapkan oleh-Nya namun yang lebih pasti adalah Ajal.  
Sahabat, ketika kau dihantui dengan masalah yang satu ini maka sandarkanlah kepada Allah dan berharap kepada-Nya sembari memperbaiki diri kemudian fokuslah pada perjuangan yang sedang kau usahakan entah itu perjuangan menyelesaikan studi, perjuangan da’wah, perjuangan hijrah, perjuangan membahagiakan orangtua dan perjuangan yang menuju kebaikan.
Sahabat, tak ada yang bisa terlepas dari masalah , tenanglah mungkin masalah yang kau hadapi tak seberapa dan tak sebesar yang dihadapi saudara-saudari kita yang ada diluar sana yang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Bersyukurlah masalahmu tidak menghalangmu untuk beraktivitas seperti biasanya.
Sahabat, jangan keluhkan setiap masalahmu! jangan berpikir dengan kau mati masalah mu akan usia. TIDAK akan usai sampai tempatmu ditetapkan syurga atau neraka. Sahabat, mati itu tidak menyelesaikan masalah sehingga kau ingin mati . Saat ajalmu menghampirimu maka disitulah awal kau mendapatkan masalah yang dasyat sehingga tubuhmu terbujur kaku dan kau tak akan pernah menyelesaikan masalahmu . Nah, mumpung masih didunia maka carilah,perbanyaklah amalan-amalan yang akan menyelesaikan masalahmu diakhirat kelak.
Sahabat, dialam kubur kau akan mendapatkan kegelapan dan untuk menerangkan kuburanmu maka perbanyaklah membaca kalamullah (Alqur’an)…
Sikapilah masalahmu dengan enjoy, jangan jadikan beban tapi jadkanlah sebagai tantangan agar kau lebih semangat untuk mengjalaninya,.
Sahabat, cukup sekian masalah yang kita bahas, semoga setiap hamba Allah yang taat mampu menghadapi masalah dengan benar. Dan kuberharap kita dipertemukan diJannah-Nya .. Aaaminn
La Tahsan Innallaha ma ana !  
Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

Minggu, 24 September 2017

Kisah Hijrah



HIJRAH
Salah satu definisi hijrah adalah berpindahnya atau berubahnya suatu keadaan atau perbuatan dari yang buruk menjadi lebih baik. Dimana saat ini sudah banyak yang membicarakan perkara hijrah ini yang dimana setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda pula dalam menghadapi hijrah..
Hal yang paling utama ketika hendak hijrah adalah memperbaiki dan meluruskan niat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Sebelum mengenal yang namanya hijrah Aku sedikitpun tak tahu apa itu hijrah namun, karena kehendak Allah swt. Sehingga Aku dipertemukan dengan seorang Mahasiswa yang dimana saat itu Aku masih berada di Sekolah Menengah Pertama dan saat itu seorang mahasiswa dari STAIN Kendari yang bernama Rahmat dan sekarang Rahmat Abu Syauqi dan beliau mengadakan Pesantren Kilat di Mushollah Sekolah.
Disitulah awal hidayah itu mulai kujemput karena Aku sadar bahwa hidayah itu harus dijemput karena Sesungguhnya Allah sudah memberikan hidayah kepada hamba-hamba-Nya sehingga bagaimana cara kita untuk mendapatkan hidayah itu. Aku mulai belajar dan mencari tahu cara untuk merubah segala perilaku jahiliyyahku sehingga hatiku terpaut untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi tepatnya di STAIN yang sekarang menjadi IAIN Kendari.  
Pada saat itu, aku tak memiliki seorang Ayah yang bisa menafkahiku untuk melanjutkan pendidikan sehingga semangat ini memudar ditambah lagi dengan pergaulanku yang semakin parah dari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu Allah swt. Memberiku petunjuk lagi untuk menjemput hidayah-Nya. Dan ku dipertemukan pada sosok guruku yang selalu peduli dengan keadaan ummat Islam di Palestina saat itu. Beliaulah yang memberiku nasehat karena kita tahu bersama bahwa Aku tak punya seorang Pemimpin didalam rumah untuk memberiku nasehat dan guruku adalah Rahman S.Pd dan H. Idris S.Pd.i semoga Allah swt melindungi mereka berdua ..Aaamiiin
Alhamdulillah, Aku mendapat semangat baru lagi sehingga Aku lebih optimis untuk melanjutkan pendidikanku dan kukabarkan niat baikku ini kepada ibuku, dan ibuku meresponnya dengan baik tanpa berpikir panjang padahal usia ibu sudah tak muda lagi untuk mencari nafkah. Akan tetapi Ibuku percaya akan rezeki Allah swt.
Perjalanan Hijrah itu memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan akhirnya kesungguhan untuk hijrah itu kutemukan dikampus biru ini dengan bertemu dengan orang-orang yang soleh dan solehah . Menjalaninya pun tak semudah yang dibayangkan karena begitu banyaknya celaan orang-orang sehingga membutuhkan kesabaran yang ekstra, belum lagi pengaruh lingkungan yang sangat berbahaya.
Ketika kita menuju jalan-Nya maka Allah akan memudahkan langkah kaki kita dan Allah tidak akan membiarkan kita begitu saja tanpa Allah menguji kita sampai dimana keistiqomahan kita. Kata hijrah itu mudah namun yang sulit adalah istiqomah . Percayalah sepenuhnya kepada Allah bahwa man jadda wa jadda (Siapa yan bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya) dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Nah ini yang terpenting bahwa kita harus meluruskan niat, keikhlasan untuk menjalani proses hijrah itu .
Hidup ini ada dua pilihan yaitu jalan keburukan dan kebaikan dan pilihan ada ditangan kita masing-masing setiap pilihan akan ada konsekuensinya dan setiap pilihan yang kita pilih maka kita harus bertanggungjawab atas pilihan itu, dan di Akhirat ada dua kehidupan yang kekal yaitu syurga dan neraka dan kehidupan itu ditentukan saat ini saat kita ada di bumi Allah.
Persembahkanlah yang terbaik untuk hari kelak yang pasti dan manfaatkan sisa hidup kita untuk selalu taat kepada Allah swt . Jangan merasa diri ini paling terpuruk dan optimislah..
Seorang dosen IAIN Kendari Fahmi Gunawan S.S, M.Hum. mengatakan bahwa PD aja dan jangan dibatasi oleh pemikiran untuk memulai menulis begitupun dengan Hijrah itu PD aja toh kita bukan mencari ridho manusia melainkan mencari ridho Allah swt. Semoga kita semua berada dijalan Allah dan mendapatkan rahmat dan hidayah-Nya dan bersegera dalam menjemput hidayah. Taat tanpa Tapi.



Sabtu, 23 September 2017

Untukmu saudara-saudariku di Rohingya



Bismillah...
Assalamu’alaikum Wr.Wb...
Bagaimana kabarmu saudara-saudariku yang  jauh disana? Apakah kalian baik-baik saja? Apakah keimanan kalian meningkat dengan ujian yang Allah berikan kepada kalian? Disini kuhanya bisa mendo’akanmu tak banyak yang bisa kulakukan untuk membantumu, apalah dayaku yang tidak memiliki kekuasaan untuk mengirim tentara-tantara yang gigih, kuat, bertenaga, bertanggungjawab, dan tentara yang rela mengorbankan nyawanya sekalipun demi kalian.
Saudaraku, tahukah kamu disini aku masih bermalas-malasan untuk belajar, disini aku masih malas melakukan ibadah kepada Allah, disini aku masih malas melakukan kebaikan padahal aku tahu engkau disana sangat tersiksa bagaikan kau berada dalam neraka sementara itu hanya siksaan orang-orang yang akan di azab oleh-Nya tapi siksaan itu sangat menyakitkan bagimu dan bagiku.
Saudaraku, Aku tahu engkau sangat membutuhkan bantuan dari saudaramu disini dan aku tahu kelak aku akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas kelalaianku yang membiarkanmu terus disiksa, dibakar, diperkosa, dibunuh, dan berbagai penindasan lainnya. Tak ada dayaku saudaraku, sudah kukatakan aku tak memiliki kekuasaan untuk mengirimkan tentara-tentara untukmu, do’apun terkadang aku lupa untuk mendo’akanmu sementara hanya itu yang bisa kupersembahkan dan kelak bisa menjadi hujjahku dihadapan-Nya.
Saudaraku, Andaikan aku punya kekuasaan, kekayaan yang melimpah dan ilmu pastilah aku akan membantumu, menyelamatkanmu dari kezholiman yang terjadi padamu. Namun, sayang aku hanya diam membisu disaat kau disakiti, aku masih sibuk dengan urusan-urusan yang sama sekali tidak bermanfaat, aku seakan tak peduli denganmu.
Saudaraku, aku malu dengan aku sekarang yang masih bersantai-santai di bumi Allah, yang masih malas untuk berda’wah, sementara Allah memberikan aku peluang untuk menuntut ilmu agar aku tak tertindas seperti engkau.
Saudaraku, maafkan aku yang tak bisa membantumu. Bersabarlah saudaraku memang aku tak mampu mengirim tentara untukmu tapi aku yakin Allah akan lebih dulu mengirimkan tentara-Nya.
Untukmu saudara-saudariku di Indonesia
Sekarang bukan waktunya untuk bersantai namun karena manusia itu pada hakikatnya malas sehingga menjadi kebiasaan yang sudah turun temurun. Manusia baru merasakan pentingnya suatu kesempatan jika kesempatan itu telah hilang atau telah dicabut oleh Allah.
Wahai saudaraku sadarlah, bangkitlah jangan menjadi pemalas lihat saudara-saudari kita yang disana mereka mau makan saja susah, mau tidur pun susah serta melakukan rutinitas sehari-hari tak bisa, disana mereka terkekang, sementara kita disini bebas melakukan apa saja, iya bebas melakukan apa saja yang kita inginkan tanpa memikirkan apakah ada manfaatnya atau tidak yang penting bahagia. Iya, itulah KITA.
Saudaraku, mengapa kau sibuk sendiri? Apa yang engkau pikirkan tentang hidup ini? Renungkanlah tiga pertanyaan yang mendasar ini : Darimanakah kau berasal? Apa tujuan hidupmu? Dan akan kemana engkau setelah ini? Renungkanlah saudara-saudariku hingga kau mendapatkan jawabannya...
Saudaraku, mari bersatu kita membantu saudara-saudari kita yang tertindas dan yang utama adalah do’a-do’a kalian yang Insya Allah tidak menggunakan dana untuk mengirimkan mereka, selalulah bersyukur dengan nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita semua agar kita tak merasakan apa yang mereka rasakan. Manfaatkanlah waktu untuk berbuat baik karena hanya ada dua pilihan jika engkan disibukkan dengan hal-hal positif maka engkau meninggalkan hal-hal yang negatif begitupun sebaliknya dan pilihan itu ada ditanganmu.
Saudaraku, sibukkanlah dirimu dengan selalu taat kepada Allah dan no time for love not yet HALAL :D 
Dari saudarimu yang mencintaimu karena ALLAH

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...