HIJRAH
Salah satu definisi
hijrah adalah berpindahnya atau berubahnya suatu keadaan atau perbuatan dari
yang buruk menjadi lebih baik. Dimana saat ini sudah banyak yang membicarakan
perkara hijrah ini yang dimana setiap orang memiliki pengalaman yang
berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda pula dalam menghadapi hijrah..
Hal yang paling utama
ketika hendak hijrah adalah memperbaiki dan meluruskan niat untuk menghasilkan
sesuatu yang lebih baik. Sebelum mengenal yang namanya hijrah Aku sedikitpun
tak tahu apa itu hijrah namun, karena kehendak Allah swt. Sehingga Aku
dipertemukan dengan seorang Mahasiswa yang dimana saat itu Aku masih berada di
Sekolah Menengah Pertama dan saat itu seorang mahasiswa dari STAIN Kendari yang
bernama Rahmat dan sekarang Rahmat Abu Syauqi dan beliau mengadakan Pesantren
Kilat di Mushollah Sekolah.
Disitulah awal hidayah
itu mulai kujemput karena Aku sadar bahwa hidayah itu harus dijemput karena
Sesungguhnya Allah sudah memberikan hidayah kepada hamba-hamba-Nya sehingga
bagaimana cara kita untuk mendapatkan hidayah itu. Aku mulai belajar dan
mencari tahu cara untuk merubah segala perilaku jahiliyyahku sehingga hatiku
terpaut untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi tepatnya di STAIN yang
sekarang menjadi IAIN Kendari.
Pada saat itu, aku tak
memiliki seorang Ayah yang bisa menafkahiku untuk melanjutkan pendidikan
sehingga semangat ini memudar ditambah lagi dengan pergaulanku yang semakin
parah dari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu Allah swt. Memberiku petunjuk
lagi untuk menjemput hidayah-Nya. Dan ku dipertemukan pada sosok guruku yang
selalu peduli dengan keadaan ummat Islam di Palestina saat itu. Beliaulah yang
memberiku nasehat karena kita tahu bersama bahwa Aku tak punya seorang Pemimpin
didalam rumah untuk memberiku nasehat dan guruku adalah Rahman S.Pd dan H.
Idris S.Pd.i semoga Allah swt melindungi mereka berdua ..Aaamiiin
Alhamdulillah, Aku
mendapat semangat baru lagi sehingga Aku lebih optimis untuk melanjutkan
pendidikanku dan kukabarkan niat baikku ini kepada ibuku, dan ibuku meresponnya
dengan baik tanpa berpikir panjang padahal usia ibu sudah tak muda lagi untuk
mencari nafkah. Akan tetapi Ibuku percaya akan rezeki Allah swt.
Perjalanan Hijrah itu
memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan akhirnya kesungguhan untuk hijrah
itu kutemukan dikampus biru ini dengan bertemu dengan orang-orang yang soleh
dan solehah . Menjalaninya pun tak semudah yang dibayangkan karena begitu
banyaknya celaan orang-orang sehingga membutuhkan kesabaran yang ekstra, belum
lagi pengaruh lingkungan yang sangat berbahaya.
Ketika
kita menuju jalan-Nya maka Allah akan memudahkan langkah kaki kita dan Allah
tidak akan membiarkan kita begitu saja tanpa Allah menguji kita sampai dimana
keistiqomahan kita. Kata hijrah itu mudah namun yang sulit adalah istiqomah . Percayalah
sepenuhnya kepada Allah bahwa man jadda
wa jadda (Siapa yan bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya) dan Allah tidak akan mengubah suatu
kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Nah ini yang terpenting bahwa
kita harus meluruskan niat, keikhlasan untuk menjalani proses hijrah itu .
Hidup
ini ada dua pilihan yaitu jalan keburukan dan kebaikan dan pilihan ada ditangan
kita masing-masing setiap pilihan akan ada konsekuensinya dan setiap pilihan
yang kita pilih maka kita harus bertanggungjawab atas pilihan itu, dan di
Akhirat ada dua kehidupan yang kekal yaitu syurga dan neraka dan kehidupan itu
ditentukan saat ini saat kita ada di bumi Allah.
Persembahkanlah
yang terbaik untuk hari kelak yang pasti dan manfaatkan sisa hidup kita untuk
selalu taat kepada Allah swt . Jangan merasa diri ini paling terpuruk dan
optimislah..
Seorang
dosen IAIN Kendari Fahmi Gunawan S.S, M.Hum. mengatakan bahwa PD aja dan jangan
dibatasi oleh pemikiran untuk memulai menulis begitupun dengan Hijrah itu PD
aja toh kita bukan mencari ridho manusia melainkan mencari ridho Allah swt. Semoga
kita semua berada dijalan Allah dan mendapatkan rahmat dan hidayah-Nya dan
bersegera dalam menjemput hidayah. Taat tanpa Tapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar