Minggu, 24 September 2017

Kisah Hijrah



HIJRAH
Salah satu definisi hijrah adalah berpindahnya atau berubahnya suatu keadaan atau perbuatan dari yang buruk menjadi lebih baik. Dimana saat ini sudah banyak yang membicarakan perkara hijrah ini yang dimana setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda pula dalam menghadapi hijrah..
Hal yang paling utama ketika hendak hijrah adalah memperbaiki dan meluruskan niat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Sebelum mengenal yang namanya hijrah Aku sedikitpun tak tahu apa itu hijrah namun, karena kehendak Allah swt. Sehingga Aku dipertemukan dengan seorang Mahasiswa yang dimana saat itu Aku masih berada di Sekolah Menengah Pertama dan saat itu seorang mahasiswa dari STAIN Kendari yang bernama Rahmat dan sekarang Rahmat Abu Syauqi dan beliau mengadakan Pesantren Kilat di Mushollah Sekolah.
Disitulah awal hidayah itu mulai kujemput karena Aku sadar bahwa hidayah itu harus dijemput karena Sesungguhnya Allah sudah memberikan hidayah kepada hamba-hamba-Nya sehingga bagaimana cara kita untuk mendapatkan hidayah itu. Aku mulai belajar dan mencari tahu cara untuk merubah segala perilaku jahiliyyahku sehingga hatiku terpaut untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi tepatnya di STAIN yang sekarang menjadi IAIN Kendari.  
Pada saat itu, aku tak memiliki seorang Ayah yang bisa menafkahiku untuk melanjutkan pendidikan sehingga semangat ini memudar ditambah lagi dengan pergaulanku yang semakin parah dari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu Allah swt. Memberiku petunjuk lagi untuk menjemput hidayah-Nya. Dan ku dipertemukan pada sosok guruku yang selalu peduli dengan keadaan ummat Islam di Palestina saat itu. Beliaulah yang memberiku nasehat karena kita tahu bersama bahwa Aku tak punya seorang Pemimpin didalam rumah untuk memberiku nasehat dan guruku adalah Rahman S.Pd dan H. Idris S.Pd.i semoga Allah swt melindungi mereka berdua ..Aaamiiin
Alhamdulillah, Aku mendapat semangat baru lagi sehingga Aku lebih optimis untuk melanjutkan pendidikanku dan kukabarkan niat baikku ini kepada ibuku, dan ibuku meresponnya dengan baik tanpa berpikir panjang padahal usia ibu sudah tak muda lagi untuk mencari nafkah. Akan tetapi Ibuku percaya akan rezeki Allah swt.
Perjalanan Hijrah itu memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan akhirnya kesungguhan untuk hijrah itu kutemukan dikampus biru ini dengan bertemu dengan orang-orang yang soleh dan solehah . Menjalaninya pun tak semudah yang dibayangkan karena begitu banyaknya celaan orang-orang sehingga membutuhkan kesabaran yang ekstra, belum lagi pengaruh lingkungan yang sangat berbahaya.
Ketika kita menuju jalan-Nya maka Allah akan memudahkan langkah kaki kita dan Allah tidak akan membiarkan kita begitu saja tanpa Allah menguji kita sampai dimana keistiqomahan kita. Kata hijrah itu mudah namun yang sulit adalah istiqomah . Percayalah sepenuhnya kepada Allah bahwa man jadda wa jadda (Siapa yan bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya) dan Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Nah ini yang terpenting bahwa kita harus meluruskan niat, keikhlasan untuk menjalani proses hijrah itu .
Hidup ini ada dua pilihan yaitu jalan keburukan dan kebaikan dan pilihan ada ditangan kita masing-masing setiap pilihan akan ada konsekuensinya dan setiap pilihan yang kita pilih maka kita harus bertanggungjawab atas pilihan itu, dan di Akhirat ada dua kehidupan yang kekal yaitu syurga dan neraka dan kehidupan itu ditentukan saat ini saat kita ada di bumi Allah.
Persembahkanlah yang terbaik untuk hari kelak yang pasti dan manfaatkan sisa hidup kita untuk selalu taat kepada Allah swt . Jangan merasa diri ini paling terpuruk dan optimislah..
Seorang dosen IAIN Kendari Fahmi Gunawan S.S, M.Hum. mengatakan bahwa PD aja dan jangan dibatasi oleh pemikiran untuk memulai menulis begitupun dengan Hijrah itu PD aja toh kita bukan mencari ridho manusia melainkan mencari ridho Allah swt. Semoga kita semua berada dijalan Allah dan mendapatkan rahmat dan hidayah-Nya dan bersegera dalam menjemput hidayah. Taat tanpa Tapi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...