Bismillah...
Assalamu’alaikum
Wr.Wb...
Bagaimana
kabarmu saudara-saudariku yang jauh
disana? Apakah kalian baik-baik saja? Apakah keimanan kalian meningkat dengan
ujian yang Allah berikan kepada kalian? Disini kuhanya bisa mendo’akanmu tak
banyak yang bisa kulakukan untuk membantumu, apalah dayaku yang tidak memiliki
kekuasaan untuk mengirim tentara-tantara yang gigih, kuat, bertenaga,
bertanggungjawab, dan tentara yang rela mengorbankan nyawanya sekalipun demi
kalian.
Saudaraku,
tahukah kamu disini aku masih bermalas-malasan untuk belajar, disini aku masih
malas melakukan ibadah kepada Allah, disini aku masih malas melakukan kebaikan
padahal aku tahu engkau disana sangat tersiksa bagaikan kau berada dalam neraka
sementara itu hanya siksaan orang-orang yang akan di azab oleh-Nya tapi siksaan
itu sangat menyakitkan bagimu dan bagiku.
Saudaraku,
Aku tahu engkau sangat membutuhkan bantuan dari saudaramu disini dan aku tahu
kelak aku akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas kelalaianku yang
membiarkanmu terus disiksa, dibakar, diperkosa, dibunuh, dan berbagai
penindasan lainnya. Tak ada dayaku saudaraku, sudah kukatakan aku tak memiliki
kekuasaan untuk mengirimkan tentara-tentara untukmu, do’apun terkadang aku lupa
untuk mendo’akanmu sementara hanya itu yang bisa kupersembahkan dan kelak bisa
menjadi hujjahku dihadapan-Nya.
Saudaraku,
Andaikan aku punya kekuasaan, kekayaan yang melimpah dan ilmu pastilah aku akan
membantumu, menyelamatkanmu dari kezholiman yang terjadi padamu. Namun, sayang
aku hanya diam membisu disaat kau disakiti, aku masih sibuk dengan
urusan-urusan yang sama sekali tidak bermanfaat, aku seakan tak peduli
denganmu.
Saudaraku,
aku malu dengan aku sekarang yang masih bersantai-santai di bumi Allah, yang
masih malas untuk berda’wah, sementara Allah memberikan aku peluang untuk
menuntut ilmu agar aku tak tertindas seperti engkau.
Saudaraku,
maafkan aku yang tak bisa membantumu. Bersabarlah saudaraku memang aku tak mampu
mengirim tentara untukmu tapi aku yakin Allah akan lebih dulu mengirimkan
tentara-Nya.
Untukmu
saudara-saudariku di Indonesia
Sekarang
bukan waktunya untuk bersantai namun karena manusia itu pada hakikatnya malas
sehingga menjadi kebiasaan yang sudah turun temurun. Manusia baru merasakan
pentingnya suatu kesempatan jika kesempatan itu telah hilang atau telah dicabut
oleh Allah.
Wahai
saudaraku sadarlah, bangkitlah jangan menjadi pemalas lihat saudara-saudari
kita yang disana mereka mau makan saja susah, mau tidur pun susah serta
melakukan rutinitas sehari-hari tak bisa, disana mereka terkekang, sementara
kita disini bebas melakukan apa saja, iya bebas melakukan apa saja yang kita
inginkan tanpa memikirkan apakah ada manfaatnya atau tidak yang penting
bahagia. Iya, itulah KITA.
Saudaraku,
mengapa kau sibuk sendiri? Apa yang engkau pikirkan tentang hidup ini? Renungkanlah
tiga pertanyaan yang mendasar ini : Darimanakah kau berasal? Apa tujuan
hidupmu? Dan akan kemana engkau setelah ini? Renungkanlah saudara-saudariku hingga
kau mendapatkan jawabannya...
Saudaraku,
mari bersatu kita membantu saudara-saudari kita yang tertindas dan yang utama
adalah do’a-do’a kalian yang Insya Allah tidak menggunakan dana untuk
mengirimkan mereka, selalulah bersyukur dengan nikmat Allah yang dilimpahkan
kepada kita semua agar kita tak merasakan apa yang mereka rasakan.
Manfaatkanlah waktu untuk berbuat baik karena hanya ada dua pilihan jika engkan
disibukkan dengan hal-hal positif maka engkau meninggalkan hal-hal yang negatif
begitupun sebaliknya dan pilihan itu ada ditanganmu.
Saudaraku,
sibukkanlah dirimu dengan selalu taat kepada Allah dan no time for love not yet
HALAL :D
Dari
saudarimu yang mencintaimu karena ALLAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar