Jumat, 10 November 2017

Hikmah Perjalanan



            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa mengungkapkannya. Berawal dari pengalaman pada tanggal 2 November aku dan seorang sahabat melakukan observasi di salah satu MI yang ada di Tinanggea, yaitu MI AZ-ZAHRA . di sana kami memasuki ruang kelas V dimana saat itu mereka sedang beljar senibudaya. Berbagai karakter yang kami temukan dari siswa-siswi  nya.
            Ketika seorang guru yang menuliskan teks lagu di papan tulis siswa-siswinya ada yang menulis ada yang di paksa baru kemudian mau menulis, ada yang sudah selesai . di akhir npelajaran seperti biasa siswa-siswi disana duduk yang rapi kemudian gurunya menyuruhnya untuk keluar kelas bagi siswa-siswi yang duduknya paling rapi. Kami temukan  ada anak yang tak mau mendengar perintah dari gurunya dan yang menarik aku melihat ada seorang anak yang masih sibuk menulis dan tak mendengar gurunya yang sudah berterak yang ditujukan untuknya. Setelah aku mendekatinya ternyata dia belum selesai menulis teks lagu yang telah dituliskan di papan tulis.
            Dari kejadian tersebut aku terdiam sambil membantunya untuk menyelesaikan tulisannya, aku sadar bahwa ia sangat membutuhkan ilmu dan tak mau meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Sungguh teladan yang dapat di teladani sekalipun anak tersebut masih duduk di bangku kelas V namun tak ada kata untuk tak meneladani sikap yang telah ia tunjukkkan pada hari itu. Aku salut karena semangat belajarnya yang membahana, tak peduli dengan kawan-kawan yang telah mengajaknya untuk keluar dan kami mendapati ada seorang siswa yang memarahi kawan sebangkunya karena duduknya yang tak rapi karena ketakutannya untuk tidak di keluarkan dari ruang kelas. Berbeda halnya dengan anak yang sejak tadi tak peduli dengan usikan teman-temannya sehingga kami dan gurunya menunggu anak tersebut hingga ia selesai menulis.
            Memang betul kata pepatah bahwa pengalaman adalah pelajaran yang terbaik karena dtanpa disengaja kita dapat mengambil hikmah dari sikap siswa MI tadi bagi yang ingin berpikir. Seharusnya siswa yang seperti itu patut untuk diberi award agar kaan-kawannya bisa termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Dan sebagai manusia yang sudah dibebani dengan tanggung jawab sebaiknya melaksanakan tanggungjawab dengan ikhlas dan kesungguhan agar hasilnya dapat kita nikmati ketika kita tua nanti.
            Belajar diwaktu muda bagaikan mengukir diatas batu sedangkan belajar diwaktu tua bagaikan mengukir diatas air. Manfaatkanlah wantu muda sebelum datang waktu tua. Jika kau ingin sejahtra di masa tua maka manfaatkan waktu mudamu utnuk be;ajar yang sesungguhnya. Jangan ada kata santai diwaktu muda beristirahalah di Syurga kelak. J
           

Balasan Perasaan



Bismillah..
Untukmu wahai penggemarku.. J
          Disini aku duduk sambil memikirkan sesuatu yang  tak pernah habis pembahasannya, perkara apa itu?? Perkara JODOH . seiring berjalannya waktu yang dulunya aku tak memahami apa itu jodoh, kematian, rezeki. Namun, sekarang aku sudah tahu itu semua bahkan akulah pelakunya. Dari ketiga hal itu yang palingg sering dibicarakan adalah perkara jodoh, entah mengapa jodoh sangat banyak peminatnya mungkin dikarenakan jodoh itu bagaikan teka-teki yang kita tak tahu siapa, dimana dan kapan. Padahal dibalik pembicaraan itu ada kematian yang jelas sudah pasti dan  cemburu pada pembicaraan jodoh, kematian dapat menjemput siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Tapi, yang memikirkannya sangatt sedikit. Adapun perkara rezeki banyak pula yang lalai karena kadang merasa tak cukup, melakukan segala cara untuk mendapatkan rezeki, berpikir bahwa rezeki itu hanya materi sementara rezeki itu sangat luas cakupannya. Mendapatkan teman yang solehah pun itu adalah salah satu rezeki yang patut untuk kita syukuri.
          Nah, disini aku akan menyampaikan kepadamu wahai penggemarku bahwa ketiga perkara tadi sudah ditetapkan oleh Allah swt.  Terkhusus masalah jodoh, sebaiknya tak perlu kau risaukan karena jodohmu adalah cerminan dirimu , jika kau menginginkan yang terbaik maka mulai saat kau harus menata dirimu, mendekatkan diri kepada-Nya agar kau dapat jodoh yang sesungguhnya.
          Pengemarku, aku tahu aku tak sesempurna manusia lain namun aku khawatir kau terjerumus sehingga kau melupakan jodoh yang sebenarnya yaitu kematian yang semakin mendekat. Ku berharap kau ingin melakukan perubahan bukan karena aku atau orang lain tapi karena Allah swt. Kita tak boleh melepaskan Allah swt. Dari kehidupan ini karena setiap manusia sangat membutuhkan Dia.
          Aku menjauhimu bukan karena membencimu karena aku tahu bahwa Islam mengajarkan manusia untuk menjaga pergaulan, akupun baik padamu itu karena aku sadar bahwa aku ini siapa dan bukan karena aku mengharapkan sesuatu padamu.
          Pengemarku, aku sangat berharap kau mau belajar Islam lebih baik lagi agar jika kau dan aku tak berjodoh maka kau tak akan kecewa karena kau sudah memiliki pemahaman bahwa berharap hanya kepada Allah swt.
 Akupun tak tahu selepas kita tak berjodoh kau masih pertahankan keimananmu ataukah kau kembali kepada masa jahiliyahmu, tapi aku berharap kau tak seperti itu.
Pengemarku, jangan pernah kau mengumbar apa yang kau rasakan cukup kau diam dan berdo’a. Karena sesuatu yang diumbar biasanya hasilnya adalah kekecewaan.
Sekian,semoga bisa menjadi bahan renungan untukmu.....

Cerita Negeriku



            Melihat zaman sekarang yang penuh dengan lika-liku seakan aku tak mampu menjalaninya. Bagaimana mungkin kita dapat tenang, damai, istiqomah sedang kezoliman dimana-mana. Tak mau dipikirkan tapi sudah menjadi beban pikiran, dipikirkan membuat hati rusak.
            Hidup netral itu bukan pilihan, aku dukung kamu dan aku mendukung yang lain itu bukan pilihan akan tetapi kebimbangan. Telah banyak kita lihat kasus di negeri ini. Sangat banyak mulai yang terkecil hingga yang paling besar. Namun, kita masih disibukkan dengan hal-hal yang tak bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Kurangnya pemahaman membuat kita banyak melalaikan aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Allah swt. Siapa yang salah??? Individu itu sendiri, orangtua ataukah ada pihak lain yang harus disalahkan atas ketidak pahaman khususnya paham Islam.
            Apa yang menyebabkan negara kita dilanda berbagai masalah? Sadar atau tidak sadar semua masalah yang dialami negeri ini akan menjadi tanggung jawab kita semua. Tak ada yang bisa berpangku tangan dengan kejadian-kejadian yang sangat genting, kita harus marah dengan kezoliman yang terus terjadi di negeri ini karena kenapa? Karena yang terzolimi adalah diri kita pribadi dan saudara- saudara kita. Contoh kecilnya adalah maraknya pencurian, pemerkosaan, meminum khamar, dan masih banyak masalah lainnya. Hal ini sangat menyedihkan karena melihat saudara-saudara kita terjerumus dengan dosa yang karena ketidak pahamannya terhadap Islam bahkan orangtua kita sendiri yang melakukan.
            Apa yang harus dilakukan?? Apakah hanya berdiam diri saja? Ataukah mengabaikan semua itu? TIDAKK. Semua itu tak boleh terjadi pada kita semua, kita sebagai manusia yang telah dibekali dengan akal untuk berpikir maka harus bangkit dari tidur nyenyak ini, jangan membiarkan kezoliman terjadi dimana-mana, mungkin bukan anda yang terjerumus dalam kezoliman itu , akan tetapi saudara kita yang se-akidah bahkan mungkin ada dari keluarga kita sendiri. Bukankah ummat Islam itu satu tubuh, jika bagian tubuh yang lain sakit maka seluruh tubuh akan merasakan kesakitan, Bangkitlah,berjuang dalam melawan kezoliman.
            Perjuangan yang dapat kita lakukan saat ini adalah dengan belajar bersungguh-sungguh, memahami Islam secara Kaffah, jangan malu dengan identitas yang kau sandang sebagai pejuang dalam melawan kezoliman akan tetapi malulah jika kau tak melakukan sesuatu, bahkan malu lah jika masih sebagai pelaku kezoliman itu.
            Sebagai manusia berpikirlah untuk hal ini, jangan biarkan hidup ini hanya mengikuti arus akan tetapi bergeraklah, bangkit dan carilah tempat untuk belajar karena zaman sekarang banyak wadah untuk kita mendapatkan ilmu khusunya Ilmu Islam. So,,, jangan bermalas-malasan untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu. J

Rabu, 08 November 2017

Bersyukur



Bismillah...
Segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah swt. Yang telah menciptakan alam semesta,manusia dan kehidupan . sehingga segala aktivitas kita dapat lakukan dengan baik dan lancar tanpa kendala.
        Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Yang telah berjuang untuk ummatnya agar mendapatkan jalan yang lurus. 
        Sahabat, hari ini ku sangat bersyukur karena disibukkan dengan hal-hal yang Insya Allah bermanfaat. Setiap aktivitas yang kita lakukan selalu diberikan kemudahan dan patut untuk kita syukuri, mengapa? Karena kita masih disibukkan dengan hal-hal yang baik. Seharian aku berada di kampus, pukul 17:30 aku pulang ke Mahad al-jamiah dan diberi tugas untuk membagikan tugas kepada mahasantri yang sedang mutadira, selanjutnya mencatat mahasanti yang telat ke masjid.
        Berbagai alasan ketika aku mulai menyusuri dan mengetuk satu persatu pintu kamar mereka, ada yang baru pulang dari kampus, ada yang baru makan, selesai mandi, dan baru pergi ketika mendengar suaraku yang memanggil mereka.
        Setelah amanah selesai, ku duduk sejenak kebetulan hari ini aku sedang mutadira juga. Suara ustad sudah terdengar sehingga aku mulai beranjak untuk pergi mengikuti pengajian yang setiap malam diadakan oleh Mahad al-jamiah IAIN Kendari.
        Sepanjang jalan, aku melihat berbagai kesibukan yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus biru ini, ada yang sedang duduk, latihan menjadi pemimpin upacara, latihan kasidah , dan ada pula yang memilih untuk duduk saja tanpa ada yang dilakukan. Akupun berpikir mengapa mereka tak ikut pengajian saja padahal ilmu itu kita yang membutuhkan. Namun, ku tak mau berprasangka buruk terhadap mereka karena itulah pilihan mereka.
        Bersyukurlah bagi mahasiswa yang dapat dimudahkan langkah kakinya untuk mengikuti pengajian, ditenangkan hatinya, dihauskan akan ilmu.
Sahabat, Meskipun kita selalu mengkaji Islam tapi jika tidak diterapkan maka cepat tau lambat ilmu itu akan hilang, sehingga penting untuk kita amalkan dan disebarkan.
        Banyak hal yang tak pernah kita sadari bahwa sesungguhnya kita ini berada dalam keadaan yang mendekati kematian, tak ada yang bisa menjamin kapan ruh ini berpisah dengan jasad ini. Penting untuk kita renungi bersama bahwa tak ada kata santai saat kita didunia, selagi masih ada kesempatan hidup maka manfaatkanlah untuk mengumpulkan bekal yang sebaik-baiknya, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.
        Apakah kita mengira bahwa kita ini baik-baik saja? sesungguhnya tidak. Kita berada dalam keadaan yang sangat merugi karena tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, coba anda renungkan sekarang sudah berapa banyak dosa yang anda lakukan? Jangan pernah terhenti melupakan segala dosa yang lalu agar kita termotivasi untuk melakukan kebaikan yng mendatangkan pahala. Jangan risau ketika kau sudah melakukan kebaikan namun yang kau alami selalunya kesulitan itu berarti balasan kebaikanmu di akhirat kelak dan berintropeksi diri yang lebih utama.
        Kebaikan yang dilakukan akan dinikmati diakhirat jika ikhlas karena Allah swt. Pernahkah kita berpikir jika kenikmatan ini Allah cabut? Maka betapa risaunya kita, maka untukmu sahabat manusia ini sangat membutuhkan Allah , jangan merasa tak butuh padahal butuh, selalu mendekatkan diri kepada-Nya itu salah satu cara kita untuk mendapatkan kasih sayang-Nya.
Sahabat, sekian yang dapat kutuliskan hari ini semoga bisa menjadi bahan renungan bersama, agar bisa menjadi pribadi-pribadi perindu Syurga. Aamiiin.

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...