Bismillah...
Segala
puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah swt. Yang telah
menciptakan alam semesta,manusia dan kehidupan . sehingga segala aktivitas kita
dapat lakukan dengan baik dan lancar tanpa kendala.
Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Baginda Nabi
Muhammad saw. Yang telah berjuang untuk ummatnya agar mendapatkan jalan yang
lurus.
Sahabat, hari ini ku sangat bersyukur karena disibukkan
dengan hal-hal yang Insya Allah bermanfaat. Setiap aktivitas yang kita lakukan
selalu diberikan kemudahan dan patut untuk kita syukuri, mengapa? Karena kita
masih disibukkan dengan hal-hal yang baik. Seharian aku berada di kampus, pukul
17:30 aku pulang ke Mahad al-jamiah dan diberi tugas untuk membagikan tugas
kepada mahasantri yang sedang mutadira, selanjutnya mencatat mahasanti yang
telat ke masjid.
Berbagai alasan ketika aku mulai menyusuri dan mengetuk satu
persatu pintu kamar mereka, ada yang baru pulang dari kampus, ada yang baru
makan, selesai mandi, dan baru pergi ketika mendengar suaraku yang memanggil
mereka.
Setelah amanah selesai, ku duduk sejenak kebetulan hari ini
aku sedang mutadira juga. Suara ustad sudah terdengar sehingga aku mulai
beranjak untuk pergi mengikuti pengajian yang setiap malam diadakan oleh Mahad
al-jamiah IAIN Kendari.
Sepanjang jalan, aku melihat berbagai kesibukan yang
dilakukan oleh mahasiswa di kampus biru ini, ada yang sedang duduk, latihan
menjadi pemimpin upacara, latihan kasidah , dan ada pula yang memilih untuk
duduk saja tanpa ada yang dilakukan. Akupun berpikir mengapa mereka tak ikut
pengajian saja padahal ilmu itu kita yang membutuhkan. Namun, ku tak mau
berprasangka buruk terhadap mereka karena itulah pilihan mereka.
Bersyukurlah bagi mahasiswa yang dapat dimudahkan langkah kakinya
untuk mengikuti pengajian, ditenangkan hatinya, dihauskan akan ilmu.
Sahabat, Meskipun kita
selalu mengkaji Islam tapi jika tidak diterapkan maka cepat tau lambat ilmu itu
akan hilang, sehingga penting untuk kita amalkan dan disebarkan.
Banyak hal yang tak pernah kita sadari bahwa sesungguhnya
kita ini berada dalam keadaan yang mendekati kematian, tak ada yang bisa
menjamin kapan ruh ini berpisah dengan jasad ini. Penting untuk kita renungi
bersama bahwa tak ada kata santai saat kita didunia, selagi masih ada
kesempatan hidup maka manfaatkanlah untuk mengumpulkan bekal yang
sebaik-baiknya, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.
Apakah kita mengira bahwa kita ini baik-baik saja?
sesungguhnya tidak. Kita berada dalam keadaan yang sangat merugi karena tidak
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, coba anda renungkan sekarang sudah berapa
banyak dosa yang anda lakukan? Jangan pernah terhenti melupakan segala dosa
yang lalu agar kita termotivasi untuk melakukan kebaikan yng mendatangkan
pahala. Jangan risau ketika kau sudah melakukan kebaikan namun yang kau alami
selalunya kesulitan itu berarti balasan kebaikanmu di akhirat kelak dan
berintropeksi diri yang lebih utama.
Kebaikan yang dilakukan akan dinikmati diakhirat jika ikhlas
karena Allah swt. Pernahkah kita berpikir jika kenikmatan ini Allah cabut? Maka
betapa risaunya kita, maka untukmu sahabat manusia ini sangat membutuhkan Allah
, jangan merasa tak butuh padahal butuh, selalu mendekatkan diri kepada-Nya itu
salah satu cara kita untuk mendapatkan kasih sayang-Nya.
Sahabat,
sekian yang dapat kutuliskan hari ini semoga bisa menjadi bahan renungan
bersama, agar bisa menjadi pribadi-pribadi perindu Syurga. Aamiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar