Tak bisa melukiskan isi hati saat
ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku
tak bisa mengungkapkannya. Berawal dari pengalaman pada tanggal 2 November aku
dan seorang sahabat melakukan observasi di salah satu MI yang ada di Tinanggea,
yaitu MI AZ-ZAHRA . di sana kami memasuki ruang kelas V dimana saat itu mereka
sedang beljar senibudaya. Berbagai karakter yang kami temukan dari
siswa-siswi nya.
Ketika seorang guru yang menuliskan
teks lagu di papan tulis siswa-siswinya ada yang menulis ada yang di paksa baru
kemudian mau menulis, ada yang sudah selesai . di akhir npelajaran seperti
biasa siswa-siswi disana duduk yang rapi kemudian gurunya menyuruhnya untuk
keluar kelas bagi siswa-siswi yang duduknya paling rapi. Kami temukan ada anak yang tak mau mendengar perintah dari
gurunya dan yang menarik aku melihat ada seorang anak yang masih sibuk menulis
dan tak mendengar gurunya yang sudah berterak yang ditujukan untuknya. Setelah
aku mendekatinya ternyata dia belum selesai menulis teks lagu yang telah
dituliskan di papan tulis.
Dari kejadian tersebut aku terdiam
sambil membantunya untuk menyelesaikan tulisannya, aku sadar bahwa ia sangat
membutuhkan ilmu dan tak mau meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajibannya.
Sungguh teladan yang dapat di teladani sekalipun anak tersebut masih duduk di
bangku kelas V namun tak ada kata untuk tak meneladani sikap yang telah ia
tunjukkkan pada hari itu. Aku salut karena semangat belajarnya yang membahana,
tak peduli dengan kawan-kawan yang telah mengajaknya untuk keluar dan kami
mendapati ada seorang siswa yang memarahi kawan sebangkunya karena duduknya
yang tak rapi karena ketakutannya untuk tidak di keluarkan dari ruang kelas.
Berbeda halnya dengan anak yang sejak tadi tak peduli dengan usikan
teman-temannya sehingga kami dan gurunya menunggu anak tersebut hingga ia
selesai menulis.
Memang betul kata pepatah bahwa
pengalaman adalah pelajaran yang terbaik karena dtanpa disengaja kita dapat
mengambil hikmah dari sikap siswa MI tadi bagi yang ingin berpikir. Seharusnya
siswa yang seperti itu patut untuk diberi award agar kaan-kawannya bisa
termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Dan sebagai manusia yang sudah dibebani
dengan tanggung jawab sebaiknya melaksanakan tanggungjawab dengan ikhlas dan
kesungguhan agar hasilnya dapat kita nikmati ketika kita tua nanti.
Belajar diwaktu muda bagaikan
mengukir diatas batu sedangkan belajar diwaktu tua bagaikan mengukir diatas
air. Manfaatkanlah wantu muda sebelum datang waktu tua. Jika kau ingin sejahtra
di masa tua maka manfaatkan waktu mudamu utnuk be;ajar yang sesungguhnya.
Jangan ada kata santai diwaktu muda beristirahalah di Syurga kelak. J