Di
pagi ini mentari belum menampakkan sinarnya karena embun pagi yang menyelimuti
langit. Di pagi ini pula seorang yang sudah siap dengan gerobak di punggungnya
siap menyusuri jalan dengan membawa
penyanggal perut di pagi ini.
Dengan
semangatnya ia membunyikan gelantongnya untuk memanggil pembeli dan
mengisyaratkan bahwa penjanggal perut sudah siap saji, tanpa di sadari bahwa ia
sudah membangunkan mereka yang lelap tidur dipagi hari, sementara kita tahu
keberkahan ada di pagi hari.
Jalan
terus disusuri, lorong demi lorong dilalui. Disaat yang lain santai dengan
keluarga dipagi hari sambil ngopi ataukah hal yang lain dilakukan umumnya
keluarga tapi berbeda dengan beliau yang waktu paginya ia manfaatkan untuk mengais
rezeki yang Allah telah hamparkan di bumi-Nya.
Tak
ada kata letih bagi seorang yang telah diberi tanggung jawab oleh-Nya yaitu
menafkahi istri dan anak-anaknya, itulah yang ia lakukan meskipun ketika kita
melihatnya sekilas pekerjaannya sederhana hanya berkeliling membawa roti panas
yang siap saji untuk menjanggal perut di pagi hari, dan terlihat semangatnya
untuk menjalani profesinya sebagai tukang roti keliling yang ia harapkan bukan
besarnya pendapatannya akan tetapi dapat mengcukupi kebutuhannya dan
keluarganya, yang terpenting adalah pekerjaannya halal dan berkah. Untuk
mendapatkan semua itu tak mudah harus kerja keras yang optimal, tidak hanya
duduk di rumah dan uang mengalir dengan sendirinya tanpa usaha yang nyata.
Mungkin
sebagian orang mengatakan untuk mendapatkan yang halal itu sulit di zaman
sekarang ini tapi berbeda dengan orang yang selalu bersyukur bahwa jalan menuju
mendapatkan yang halal banyak akan tetapi membutuhkan usaha yang besar dan
kesabaran, kesungguhan, keikhlasan, serta kesyukuran atas apa yang kita
dapatkan. Karena jika kita melihat untuk zaman sekarang bahwa mendapatkan yang
tidak halal sangat mudah dan tanpa usaha yang besar namun hasilnya pun tak akan
bermanfaat dunia-akhirat bahkan akan menjadi masalah untuk kita.
Untuk
mendapatkan ridha-Nya itu akan mendapatkan tantangan yang berat namun hasilnya
bermanfaat dunia-akhirat berbeda dengan ketika tak di ridhai seakan-akan sangat
mudah dilakukan dan tak bermanfaat dunia-akhirat hanya kesenangan sementara.
Contohnya; jika seseorang ingin melakukan kebaikan seperti memakai pakaian yang
syar’I maka tudingan dimana-dimana, menjadi artis mendadak di bicarakan
kiri-kanan dengan berbagai ocehan itulah tantagannya dan ketika dijalani dengan
sabar maka akan mendapatkan pahala jika niatnya Lillah. Begitupun sebaliknya
jika akan melakukan keburukan maka sangat mudah, jika seorang pemuda yang
bergabung dengan pemuda-pemuda yang senang meminum khamar maka ia akan di
sanjung, selalu di kunjungi, di perhatikan dan berbagai cara lain untuk
menghargainya.
Belajarlah
dari seorang tukang roti yang ikhlas dengan profesinya, bertanggung jawab atas
amanah yang diberikan kepadanya oleh Allah yaitu menafkahi istri dan
anak-anaknya. Mencari yang halal meskipun sedikit bukan mencari yang banyak
tapi tak halal. Karena standar kehidupan umat muslim adalah halal dan haram.
Dan yang terpenting adalah menghargai suami bagi yang sudah berkeluarga dan
menghargai ayah bagi seorang anak, lihatlah perjuangan mereka dalam menafkahi
kita sehingga kita dapat menjadi seperti ini, dapat bersekolah, dapat tempat yang
layak untuk hidup ini tidak lain hasil usaha dan perjuangan dari ayah. Masihkah
kau mengecewakan seorang yang sudah renta ? yang masih semangat demi kau? Jangan
lagi lah kau sakiti dia, kau berakhlak baik saja itu sudah cukup baginya, ia
tak membutuhkan kau balas dengan materi tapi yang ia butuhkan adalah do’amu
ketika ia sudah tak ada di bumi ini dan akhlakmu yang baik kepadanya itu sudah
cukup baginya.
Semoga dengan tulisan
ini kita dapat mengambil hikmah dibalik perjuangan. Tak ada yang sia-sia ketika
kita berjuang dengan sungguh-sungguh apapun yang di perjuangankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar