Minggu, 08 Oktober 2017


Di pagi ini mentari belum menampakkan sinarnya karena embun pagi yang menyelimuti langit. Di pagi ini pula seorang yang sudah siap dengan gerobak di punggungnya siap menyusuri jalan dengan membawa  penyanggal perut di pagi ini.

Dengan semangatnya ia membunyikan gelantongnya untuk memanggil pembeli dan mengisyaratkan bahwa penjanggal perut sudah siap saji, tanpa di sadari bahwa ia sudah membangunkan mereka yang lelap tidur dipagi hari, sementara kita tahu keberkahan ada di pagi hari.

Jalan terus disusuri, lorong demi lorong dilalui. Disaat yang lain santai dengan keluarga dipagi hari sambil ngopi ataukah hal yang lain dilakukan umumnya keluarga tapi berbeda dengan beliau yang waktu paginya ia manfaatkan untuk mengais rezeki yang Allah telah hamparkan di bumi-Nya.

Tak ada kata letih bagi seorang yang telah diberi tanggung jawab oleh-Nya yaitu menafkahi istri dan anak-anaknya, itulah yang ia lakukan meskipun ketika kita melihatnya sekilas pekerjaannya sederhana hanya berkeliling membawa roti panas yang siap saji untuk menjanggal perut di pagi hari, dan terlihat semangatnya untuk menjalani profesinya sebagai tukang roti keliling yang ia harapkan bukan besarnya pendapatannya akan tetapi dapat mengcukupi kebutuhannya dan keluarganya, yang terpenting adalah pekerjaannya halal dan berkah. Untuk mendapatkan semua itu tak mudah harus kerja keras yang optimal, tidak hanya duduk di rumah dan uang mengalir dengan sendirinya tanpa usaha yang nyata.

Mungkin sebagian orang mengatakan untuk mendapatkan yang halal itu sulit di zaman sekarang ini tapi berbeda dengan orang yang selalu bersyukur bahwa jalan menuju mendapatkan yang halal banyak akan tetapi membutuhkan usaha yang besar dan kesabaran, kesungguhan, keikhlasan, serta kesyukuran atas apa yang kita dapatkan. Karena jika kita melihat untuk zaman sekarang bahwa mendapatkan yang tidak halal sangat mudah dan tanpa usaha yang besar namun hasilnya pun tak akan bermanfaat dunia-akhirat bahkan akan menjadi masalah untuk kita.

Untuk mendapatkan ridha-Nya itu akan mendapatkan tantangan yang berat namun hasilnya bermanfaat dunia-akhirat berbeda dengan ketika tak di ridhai seakan-akan sangat mudah dilakukan dan tak bermanfaat dunia-akhirat hanya kesenangan sementara. Contohnya; jika seseorang ingin melakukan kebaikan seperti memakai pakaian yang syar’I maka tudingan dimana-dimana, menjadi artis mendadak di bicarakan kiri-kanan dengan berbagai ocehan itulah tantagannya dan ketika dijalani dengan sabar maka akan mendapatkan pahala jika niatnya Lillah. Begitupun sebaliknya jika akan melakukan keburukan maka sangat mudah, jika seorang pemuda yang bergabung dengan pemuda-pemuda yang senang meminum khamar maka ia akan di sanjung, selalu di kunjungi, di perhatikan dan berbagai cara lain untuk menghargainya.

Belajarlah dari seorang tukang roti yang ikhlas dengan profesinya, bertanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya oleh Allah yaitu menafkahi istri dan anak-anaknya. Mencari yang halal meskipun sedikit bukan mencari yang banyak tapi tak halal. Karena standar kehidupan umat muslim adalah halal dan haram. Dan yang terpenting adalah menghargai suami bagi yang sudah berkeluarga dan menghargai ayah bagi seorang anak, lihatlah perjuangan mereka dalam menafkahi kita sehingga kita dapat menjadi seperti ini, dapat bersekolah, dapat tempat yang layak untuk hidup ini tidak lain hasil usaha dan perjuangan dari ayah. Masihkah kau mengecewakan seorang yang sudah renta ? yang masih semangat demi kau? Jangan lagi lah kau sakiti dia, kau berakhlak baik saja itu sudah cukup baginya, ia tak membutuhkan kau balas dengan materi tapi yang ia butuhkan adalah do’amu ketika ia sudah tak ada di bumi ini dan akhlakmu yang baik kepadanya itu sudah cukup baginya.

Semoga dengan tulisan ini kita dapat mengambil hikmah dibalik perjuangan. Tak ada yang sia-sia ketika kita berjuang dengan sungguh-sungguh apapun yang di perjuangankan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...