Senin, 09 Oktober 2017

Ada apa dengan Dakwah?


       

            Assalamu’alakum Wr.Wb

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah swt yang menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan. Sehingga kita dapat kembali dalam catatan harianku . Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw. Yang telah berjuang memperjuangkan Agama Islam sehingga kita dapat merasakan indahnya Islam.

Berbicara tentang dakwah , banyak yang sudah melakukan dakwah dan adapula yang menentang dakwah. Apabila seseorang telah baliq atau sudah dibebani hukum maka wajib untuk berdakwah yaitu menyeru pada amar ma’ruf nahi mungkar. Berdakwah tidak hanya di tempat-tempat umum atau di atas mimbar namun dengan bernampilan yang syar’I pun itu sudah dakwah. Banyak hal yang dapat mengantarkan kita untuk berdakwah karena dakwah adalah kewajiban kita dan sudah dibebani kepada kita.

Tidak banyak yang memilih dakwah karena perjalanannya tak seindah melakukan kemaksiatan namun perjalanan dakwah bagaikan jalan berliku-liku. Hanya orang-orang yang istiqomahlah yang dapat bertahan.

Saat ini dakwah seakan menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki kepentingan, ketika ada yang berdakwah yang menyeru kepada kebajikan selalu ditolak bahkan dikatakan melakukan pelanggaran padahal yang disampaikan adalah berasal dari al-qur’an dan as-sunnah. Ada yang mengatakan memaksakan kehendak, merasa dakwahnya paling benar dan banyak lagi . untuk dakwah yang dikatakan dakwahnya yang paling benar itu adalah kesungguhan dan keyakinan bahwa/ yang disampaikan itu adalah benar. Dan tidak mungkin kita dakwahkan yang kita sendiri tidak menyakini bahwa itu benar.

Penolakan yang dilakukan oleh mereka dengan dakwah yang dilakukan oleh pendakwah adalah sesuatu yang tak dianalisa dulu. Padahal Allah swt sudah membekali kita akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan fungsi akal adalah untuk membedakan baik dan buruk. Jika akal kita gunakan untuk berpikir maka kita akan melihat realita sekarang bahwa yang dibutuhkan adalah dakwah yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan.

Dengan dakwah perubahan itu akan tercapai , kita merasakan Islam itu karena dakwah Rasulullah saw. Dan para sahabat sehingga kita merasakan , melaksanakan, mengamalkan, menyebarkan Islam kepada seluruh makhluk di bumi ini. Mana mungkin Islam sampai kepada kita jika dahulu Rasulullah saw hanya diam. Maka sebagai umat muslim kewajiban berdakwah ada di pundak kita masing-masing untuk merubah realita sekarang yang perzinahan dimana-mana, pengunaan riba tak asing lagi, banyaknya pergaulan bebas, homoseksual terjadi dimana-mana, aborsi yang hampir setiap hari terjadi, dan masih banyak lagi. Nah, dengan dakwahlah kita dapat mengatasi apa yang telah menimpa kita saat ini. Allah swt akan menurunkan rahmat dan keberkahan pada suatu negeri apabila penduduknya taat kepada Allah swt dan bertaqwa, sebaliknya Allah swt akan menurunkan azab-Nya kepada penduduk negeri yang tidak bertaqwa.

Akankah kita mendapatkan azab-Nya ataukah Keberkahan dari-Nya, pilihan ada di tangan kita masing-masing apakah kita mau melakukan dakwah ataupun tidak. Teringat seorang pemain sepak bola dari Konawe Selatan yaitu Erwin Bahar mengatakan bahwa “ Tidak harus menunggu menjadi uztad dulu baru kemudian berdakwah”. Jika kita menunggu jadi uztad dulu baru berdakwah maka kesempatan kita akan hilang begitu saja, sudah dikatakan diawal bahwa banyak hal yang dapat kita tempuh untuk melakukan dakwah.

Seorang pendakwah juga adalah manusia jadi ketika pendakwah melakukan kesalahan maka jangan salahkan dakwah yang ia sampaikan karena kebenaran bisa datang dari siapa saja dan kemungkaran bisa datang dari siapa saja.

Untukmu saudaraku yang belum terlibat dalam dakwah marilah berpikir untuk bergabung bersama barisan para pengemban dakwah karena kita tak tahu amalan apa yang memasukkan kita kedalam syurga-Nya dan untuk saudaraku yang berada dibarisan dakwah tetaplah bertahan dengan segala terpaan ujian yang menghadang kalian karena tidak ada yang menjamin kita untuk masuk ke syurga-Nya, selalulah berbuat kebaikan, dimanapun , kapanpun dan kepada siapapun terkhusus orang-orang yang beriman.

Tanamkan dalam diri ini bahwa Allah swt selalu mengawasi aktivitas yang kita lakukan baik yang terlihat maupun tak lihat. Menyakini Allah tidak hanya menyakini bahwa Allah swt menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan akan tetapi menyakininya bahwa Allah swt selalu mengawasi kita.

Jangan melihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa yang disampaikan. Syukran. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...