Assalamu’alakum Wr.Wb
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah swt
yang menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan. Sehingga kita dapat kembali
dalam catatan harianku . Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda
Nabi Muhammad saw. Yang telah berjuang memperjuangkan Agama Islam sehingga kita
dapat merasakan indahnya Islam.
Berbicara tentang dakwah , banyak yang sudah melakukan
dakwah dan adapula yang menentang dakwah. Apabila seseorang telah baliq atau
sudah dibebani hukum maka wajib untuk berdakwah yaitu menyeru pada amar ma’ruf
nahi mungkar. Berdakwah tidak hanya di tempat-tempat umum atau di atas mimbar
namun dengan bernampilan yang syar’I pun itu sudah dakwah. Banyak hal yang
dapat mengantarkan kita untuk berdakwah karena dakwah adalah kewajiban kita dan
sudah dibebani kepada kita.
Tidak banyak yang memilih dakwah karena perjalanannya
tak seindah melakukan kemaksiatan namun perjalanan dakwah bagaikan jalan
berliku-liku. Hanya orang-orang yang istiqomahlah yang dapat bertahan.
Saat ini dakwah seakan menjadi penghalang bagi mereka
yang memiliki kepentingan, ketika ada yang berdakwah yang menyeru kepada
kebajikan selalu ditolak bahkan dikatakan melakukan pelanggaran padahal yang
disampaikan adalah berasal dari al-qur’an dan as-sunnah. Ada yang mengatakan
memaksakan kehendak, merasa dakwahnya paling benar dan banyak lagi . untuk
dakwah yang dikatakan dakwahnya yang paling benar itu adalah kesungguhan dan
keyakinan bahwa/ yang disampaikan itu adalah benar. Dan tidak mungkin kita
dakwahkan yang kita sendiri tidak menyakini bahwa itu benar.
Penolakan yang dilakukan oleh mereka dengan dakwah yang
dilakukan oleh pendakwah adalah sesuatu yang tak dianalisa dulu. Padahal Allah
swt sudah membekali kita akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
dan fungsi akal adalah untuk membedakan baik dan buruk. Jika akal kita gunakan
untuk berpikir maka kita akan melihat realita sekarang bahwa yang dibutuhkan
adalah dakwah yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan.
Dengan dakwah perubahan itu akan tercapai , kita
merasakan Islam itu karena dakwah Rasulullah saw. Dan para sahabat sehingga
kita merasakan , melaksanakan, mengamalkan, menyebarkan Islam kepada seluruh
makhluk di bumi ini. Mana mungkin Islam sampai kepada kita jika dahulu
Rasulullah saw hanya diam. Maka sebagai umat muslim kewajiban berdakwah ada di
pundak kita masing-masing untuk merubah realita sekarang yang perzinahan
dimana-mana, pengunaan riba tak asing lagi, banyaknya pergaulan bebas,
homoseksual terjadi dimana-mana, aborsi yang hampir setiap hari terjadi, dan
masih banyak lagi. Nah, dengan dakwahlah kita dapat mengatasi apa yang telah
menimpa kita saat ini. Allah swt akan menurunkan rahmat dan keberkahan pada
suatu negeri apabila penduduknya taat kepada Allah swt dan bertaqwa, sebaliknya
Allah swt akan menurunkan azab-Nya kepada penduduk negeri yang tidak bertaqwa.
Akankah kita mendapatkan azab-Nya ataukah Keberkahan
dari-Nya, pilihan ada di tangan kita masing-masing apakah kita mau melakukan
dakwah ataupun tidak. Teringat seorang pemain sepak bola dari Konawe Selatan
yaitu Erwin Bahar mengatakan bahwa “ Tidak harus menunggu menjadi uztad dulu
baru kemudian berdakwah”. Jika kita menunggu jadi uztad dulu baru berdakwah
maka kesempatan kita akan hilang begitu saja, sudah dikatakan diawal bahwa
banyak hal yang dapat kita tempuh untuk melakukan dakwah.
Seorang pendakwah juga adalah manusia jadi ketika
pendakwah melakukan kesalahan maka jangan salahkan dakwah yang ia sampaikan
karena kebenaran bisa datang dari siapa saja dan kemungkaran bisa datang dari
siapa saja.
Untukmu saudaraku yang belum terlibat dalam dakwah
marilah berpikir untuk bergabung bersama barisan para pengemban dakwah karena kita
tak tahu amalan apa yang memasukkan kita kedalam syurga-Nya dan untuk saudaraku
yang berada dibarisan dakwah tetaplah bertahan dengan segala terpaan ujian yang
menghadang kalian karena tidak ada yang menjamin kita untuk masuk ke
syurga-Nya, selalulah berbuat kebaikan, dimanapun , kapanpun dan kepada siapapun
terkhusus orang-orang yang beriman.
Tanamkan dalam diri ini bahwa Allah swt selalu mengawasi
aktivitas yang kita lakukan baik yang terlihat maupun tak lihat. Menyakini Allah
tidak hanya menyakini bahwa Allah swt menciptakan alam semesta, manusia dan
kehidupan akan tetapi menyakininya bahwa Allah swt selalu mengawasi kita.
Jangan melihat siapa yang menyampaikan tapi lihatlah apa
yang disampaikan. Syukran. Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar