Selasa, 03 Oktober 2017

Ayah Maafkan Aku




 Seorang ayah adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam rumah tangga. Ayah itu disegani, dihargai sehingga sebagai seorang anak pantaslah takut kepada ayahnya. Ayahku adalah seorang yang tegar,kuat, tegas dan sangat menakutkan sehingga anak-anaknya enggan mengajaknya untuk berdiskusi kecuali aku. Gambaran ayah bagi yang tak pernah mengenalnya sangatlah temperament  dan Arrogant. Tapi, temparament yang bagaimana dulu??? Ayahku itu marah ketika melihat sesuatu yang tak sesuai dengannya atau tak sesuai dengan pemahamannya apalagi yang tak sesuai syarit Islam.
Alhamdulillah, ayahku menjadi pemarah karena beliau peduli akan pentingnya peraturan dalam hidup karena hidup itu tidak hanya sekedar hidup namun akan ada pertanggungjawaban. Ayahku juga salah satu orang yang paling banyak aturanya. Itulah sekilas tentang pribadi ayahku.
Ayahku adalah pahlawanku, yang selalu memotivasi diriku untuk terus bersekolah. Ketika semangatku memudar maka ayahkulah yang membangkitkanku. Memang ayah tak pernah memanjakanku dalam bekerja, Ayah selalu menyuruhku untuk bekerja sehingga dengan didikkan ayah seperti itu aku mampu melakukan pekerjaan yang lumayan berat.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai baliq dan mulai memahami keadaan keluargaku yang sesungguhnya dan sudah terlibat dalam masalah rumah tangga. Ketika aku sekolah di Sekolah Menegah Atas disitulah aku merasakan dan tahu keadaan keluargaku. Saat itu pula ketegasan ayah, ia tampakkan padaku karena aku adalah anak yang paling egois diantara saudaraku.
Ketika aku berada dikelas dua SMA ayah mulai terserang penyakit sehingga perannya dialihkan kepada ibuku untuk mencari nafkah,sehingga hampir tak ada waktu ibu dirumah untuk kami. Disitulah saatnya semangatku untuk bersekolah memudar. Lagi-lagi ayah yang menguatkanku. Begitu singkatnya waktu sehingga tak terasa sudah dua bulan ayah terbaring sakit dirumah saat itupun aku juga mengambil alih pekerjaan ibu sebagai IRT.
Suatu hari, ayah ingin makan sayur yang ada dihalaman rumah tapi sayuran itu tak dapat dipetik karena sudah terkena matahari dan layu dan kering. Dan aku tak bisa melaksanakan apa yang dia inginkan. Ini adalah permintaan sederhana dari ayah. Namun karena kondisi yang tak memungkinkan sehingga permintaan sederhana itu tak dapat terpenuhi.
Disekolah aku banyak diam, dan saat itu aku berniat ingin hijab yaitu memakai kerudung dan Alhamdulillah ibu membelikan kerudung yang berwarna ungu tua, dirumah aku merawat ayahku sambil mengenakan kerudung baruku dan beliau hanya tersenyum sinis melihatku yang sibuk dengan kerudung baruku dan melupakan ayahku.
Dipagi hari yang cerah tepatnya Rabu 5 maret 2014 aku sudah bersiap-siap berangkat kesekolah dan aku sudah pamit pada ibuku dan terakhir aku pamit pada ayah. Disekolah aku melaksanakan aktivitas tak seperti biasanya , aku jatuh digot dan akupun menangis. Di jam terakhir aku belajar senibudaya dan tugas kami adalah beryanyi . tibalah giliranku menyanyi dan saat itu aku sangat ingat lagu yang kubawakan diciptakan oleh Tommy J Pisa.. saat kumulai menyanyi “Ingin ku menangis” tak terasa airmata ini mengalir dan kawan-kawanku pun tertawa terbahak-bahak sehingga aku tak melanjutkan nyayianku yang syahdu dan setelahku giliran kawanku yang bernama Rahmat.
Ditengah keasyikan teman-teman dengan suara rahmat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ”Assalamu’alaikum’’  kami menjawab “Wa’alaikumusalam’’  ...”Ada Nurjannah”  hatiku berdetak kencang ada apa ini? Akupun keluar dari kelas dan menemui seseorang yang telah menungguku.”ada apa?”  kataku dan air mata ini masih mengalir, dan lelaki setengah baya itu menjawab ”ada berita buruk” ...  Aku langsung berlari dan mengambil tasku bergegas naik dikendaraan yang telah lama menunggu dan siap untuk meluncur. Aku tak berkata sepatah kata diperjalanan hanya nangis yang kulakukan. diteras rumah aku melihat kerumuan orang-orang.  ”Ya Allah apa yang terjadi”? Ketika aku melihat ayah yang terbaring tak berdaya,tak bernapas lagi, yang tubuhnya tak bergerak lagi disitulah pertama kali aku mers dunia bagaikan sudah kiamat akupun mengamuk sejadi-jadinya dan menganggap Allah tak sayang padaku dan ayah...
Innalillahiwainnailahirojiun..Selamat jalan ayah semoga engkau tenang dialam sana.
Mulai hari itulah aku hidup tanpa seorang ayah hingga sekarang. Dan sekarang usiaku sudah 20 tahun dan aku benar-benar menyadari kehilangan ayah, menyadari perannya yang sangat penting. Yang kusesali saat inilah mengapa dulu aku tak berbakti padanya dan aku sadar dengan didikkannya dulu yang tak memanjakanku karena sekarang beliau telah tiada sehingga aku harus bisa melakukan pekerjaan apapun itu untuk kelangsungan hidupku.
Rindu itu selalu hadir dan hanya penyesalan yang kurasakan, ketika melihat mereka bersama ke-2 orangtua mereka hatiku cemburu. sekarang aku baru menyadari kewajiban berbakti pada ke-2 orangtua.mengapa baru sekarang aku paham setelah ayah tiada?mengapa???
Kesedihan ini hanya Allah yang bisa menghapusnya sehingga aku kuat kembali. Dan dengan mengenal Islam aku paham bahwa masih ada cara lain untuk berbakti kepada Ayah yakni berhijrah dijalan Allah dengan lillah  sehingga setiap amalan yang kita lakukan mengalir pahalanya kepada Ayah dan yang kedua adalah selalu menyertakan ayah dalam do’a.
Saudaraku,yang membaca tulisan ini siapapun engkau jadikanlah pelajaran untukmu.jika kau masih memiliki ke-2 orangtua maka berbaktilah semampumu, bahagiakanlah mereka, jangan khianati mereka! Karena jika kau melakukan semua hal itu maka yang kau dapatkan adalah PENYESALAN. Tak usah malu untuk mengungkapkan kasih sayangmu. Lihat aku meskipun aku mengatakan seribu kali aku sayang ayah,ayahku tak akan mendengarnya.
Saudaraku, salah satu kebahagian orangtua adalah ketika melihat anaknya taat kepada Allah dan taat padanya,menghargainya,menjadi anak yang soleh dan solehah. Apakah kamu tak menginginkan ketika orangtuamu merangkulmu dan berkata AKU BANGGA PADAMU NAK ...
Birul wali dayya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hikmah Perjalanan

            Tak bisa melukiskan isi hati saat ini, kemalasan selalu melandaku. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan namun aku tak bisa me...