Seorang ayah adalah
sosok yang sangat berpengaruh dalam rumah tangga. Ayah itu disegani, dihargai
sehingga sebagai seorang anak pantaslah takut kepada ayahnya. Ayahku adalah
seorang yang tegar,kuat, tegas dan sangat menakutkan sehingga anak-anaknya
enggan mengajaknya untuk berdiskusi kecuali aku. Gambaran ayah bagi yang tak
pernah mengenalnya sangatlah temperament
dan Arrogant.
Tapi, temparament yang bagaimana dulu??? Ayahku itu marah ketika melihat
sesuatu yang tak sesuai dengannya atau tak sesuai dengan pemahamannya apalagi yang tak sesuai syarit Islam.
Alhamdulillah, ayahku
menjadi pemarah karena beliau peduli akan pentingnya peraturan dalam hidup
karena hidup itu tidak hanya sekedar hidup namun akan ada pertanggungjawaban.
Ayahku juga salah satu orang yang paling banyak aturanya. Itulah sekilas
tentang pribadi ayahku.
Ayahku adalah pahlawanku,
yang selalu memotivasi diriku untuk terus bersekolah. Ketika semangatku memudar
maka ayahkulah yang membangkitkanku. Memang ayah tak pernah memanjakanku dalam
bekerja, Ayah
selalu menyuruhku untuk bekerja sehingga dengan didikkan ayah seperti itu aku mampu
melakukan pekerjaan yang lumayan berat.
Seiring berjalannya
waktu, aku mulai baliq dan mulai memahami keadaan keluargaku yang sesungguhnya
dan sudah terlibat dalam masalah rumah tangga. Ketika aku sekolah di Sekolah
Menegah Atas disitulah aku merasakan dan tahu keadaan keluargaku. Saat itu pula ketegasan ayah, ia tampakkan padaku karena aku adalah
anak yang paling egois diantara saudaraku.
Ketika aku berada
dikelas dua SMA ayah mulai terserang penyakit sehingga perannya dialihkan
kepada ibuku untuk mencari nafkah,sehingga hampir tak ada waktu ibu dirumah
untuk kami. Disitulah saatnya semangatku untuk bersekolah memudar. Lagi-lagi
ayah yang menguatkanku. Begitu singkatnya waktu sehingga tak terasa sudah dua
bulan ayah terbaring sakit dirumah saat itupun aku juga mengambil alih
pekerjaan ibu sebagai IRT.
Suatu hari, ayah ingin
makan sayur yang ada dihalaman rumah tapi sayuran itu tak dapat dipetik karena
sudah terkena matahari dan layu dan kering. Dan aku tak bisa melaksanakan
apa yang dia inginkan.
Ini adalah permintaan sederhana dari ayah. Namun karena kondisi yang tak
memungkinkan sehingga permintaan sederhana itu tak dapat terpenuhi.
Disekolah aku banyak
diam, dan saat itu aku berniat ingin hijab yaitu memakai kerudung dan
Alhamdulillah ibu membelikan kerudung yang berwarna ungu tua, dirumah aku merawat ayahku sambil mengenakan kerudung
baruku dan beliau hanya tersenyum sinis melihatku yang sibuk dengan kerudung baruku dan melupakan ayahku.
Dipagi hari yang cerah
tepatnya Rabu 5 maret 2014 aku sudah bersiap-siap berangkat kesekolah dan aku
sudah pamit pada ibuku dan terakhir aku pamit pada ayah. Disekolah aku
melaksanakan aktivitas tak seperti biasanya , aku jatuh digot dan akupun menangis.
Di jam terakhir aku belajar senibudaya dan tugas kami adalah beryanyi . tibalah giliranku menyanyi
dan saat itu aku sangat ingat lagu yang kubawakan diciptakan oleh Tommy J
Pisa.. saat kumulai menyanyi “Ingin ku menangis”
tak terasa airmata ini mengalir dan kawan-kawanku pun tertawa terbahak-bahak
sehingga aku tak melanjutkan nyayianku yang syahdu dan setelahku giliran
kawanku yang bernama Rahmat.
Ditengah keasyikan
teman-teman dengan suara rahmat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ”Assalamu’alaikum’’
kami menjawab “Wa’alaikumusalam’’ ...”Ada Nurjannah” hatiku
berdetak kencang ada apa ini? Akupun
keluar dari kelas dan menemui seseorang yang telah menungguku.”ada apa?” kataku dan air mata ini masih mengalir, dan
lelaki setengah baya itu menjawab ”ada berita buruk” ... Aku langsung berlari dan mengambil tasku
bergegas naik dikendaraan yang telah lama menunggu dan siap untuk meluncur. Aku
tak berkata sepatah kata diperjalanan hanya nangis yang kulakukan. diteras
rumah aku melihat kerumuan orang-orang.
”Ya Allah apa yang terjadi”? Ketika aku melihat ayah yang terbaring tak berdaya,tak bernapas
lagi, yang tubuhnya tak bergerak lagi disitulah pertama kali aku mers dunia bagaikan sudah
kiamat akupun mengamuk sejadi-jadinya dan menganggap Allah tak sayang padaku dan
ayah...
Innalillahiwainnailahirojiun..Selamat
jalan ayah semoga engkau tenang dialam sana.
Mulai hari itulah aku
hidup tanpa seorang ayah hingga sekarang. Dan sekarang usiaku sudah 20 tahun
dan aku benar-benar menyadari kehilangan ayah, menyadari
perannya yang sangat penting. Yang kusesali saat inilah mengapa dulu aku tak
berbakti padanya dan aku sadar dengan didikkannya dulu yang tak memanjakanku
karena sekarang beliau telah tiada sehingga aku harus bisa melakukan pekerjaan
apapun itu untuk kelangsungan hidupku.
Rindu itu selalu hadir
dan hanya penyesalan yang kurasakan,
ketika
melihat mereka bersama ke-2 orangtua mereka hatiku
cemburu.
sekarang aku baru menyadari kewajiban berbakti pada ke-2 orangtua.mengapa baru
sekarang aku paham setelah ayah tiada?mengapa???
Kesedihan ini hanya
Allah yang bisa menghapusnya sehingga aku kuat kembali. Dan dengan mengenal Islam aku paham bahwa masih ada
cara lain untuk berbakti kepada Ayah yakni berhijrah dijalan Allah dengan lillah sehingga setiap amalan yang kita lakukan
mengalir pahalanya kepada Ayah dan yang kedua adalah selalu menyertakan ayah
dalam do’a.
Saudaraku,yang membaca
tulisan ini siapapun engkau jadikanlah pelajaran untukmu.jika kau masih
memiliki ke-2 orangtua maka berbaktilah semampumu, bahagiakanlah mereka, jangan
khianati mereka! Karena jika kau melakukan semua hal itu maka yang kau dapatkan
adalah PENYESALAN. Tak usah malu untuk mengungkapkan kasih sayangmu. Lihat aku
meskipun aku mengatakan seribu kali aku sayang ayah,ayahku tak akan
mendengarnya.
Saudaraku, salah satu
kebahagian orangtua adalah ketika melihat anaknya taat kepada Allah
dan taat padanya,menghargainya,menjadi anak yang soleh dan solehah. Apakah kamu tak menginginkan ketika
orangtuamu merangkulmu dan berkata AKU BANGGA PADAMU NAK ...
Birul wali dayya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar